Ekonomi Sulsel Kontraksi 3,30 Persen Triwulan I-2026

Ilustrasi Rupiah - (foto by Unsplash.com)

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Perekonomian Sulawesi Selatan triwulan I-2026 yang diukur berdasarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp191,28 triliun. Atas dasar harga konstan 2010 sebesar Rp104,07 triliun.

Menurut data rilis Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel, perekonomian Sulsel triwulan I-2026 terhadap triwulan sebelumnya mengalami kontraksi atau pertumbuhan minus sebesar 3,30 persen (q-to-q).

Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Konstruksi mengalami kontraksi pertumbuhan terdalam sebesar 26,07 persen. Dari sisi pengeluaran, Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-P) mengalami kontraksi pertumbuhan terdalam sebesar 35,98 persen.

Meski demikian, jika perekonomian triwulan I-2026 terhadap triwulan I-2025 mengalami pertumbuhan 6,88 persen (y-on-y).

Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib mengalami pertumbuhan tertinggi yakni sebesar 20,56 persen.

Sementara dari sisi pengeluaran, Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-P) mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 35,14 persen.

Hal itu mengindikasikan ekonomi triwulan pertama lebih dominan didorong pengeluaran konsumsi pemerintah. Sektor riil, terutama proyek-proyek konstruksi yang banyak menyerap tenaga kerja belum banyak bergerak.

Masih menurt data rilisan BPS, jumlah angkatan kerja berdasarkan Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) pada Februari 2026 sebanyak 5,00 juta orang, bertambah 179,23 ribu orang dibanding Februari 2025. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) pada Februari 2026 sebesar 67,59 persen, naik sebesar 1,59 persen poin dibanding Februari 2025.

Penduduk bekerja pada Februari 2026 sebanyak 4,75 juta orang, meningkat 170,90 ribu orang dibandingkan Februari 2025. Penduduk bekerja pada kegiatan informal sebanyak 3,00 juta orang (63,13 persen), naik 0,50 persen poin dibanding Februari 2025.

Tingkat setengah pengangguran pada Februari 2026 sebesar 6,17 persen turun sebesar 1,88 persen poin, sementara itu tingkat pekerja penuh waktu pada Februari 2026 sebesar 62,49 persen naik 5,05 persen poin dibanding Februari 2025.

Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Februari 2026 sebesar 4,95 persen, turun 0,01 persen poin dibanding Februari 2025.