Ekonomi Sulsel Tumbuh 5,75%, Didorong Manufaktur dan Investasi

Ilustrasi - (foto by pngtree)

CELEBESMEDIA.ID, Makassar -  Perekonomian Sulawesi Selatan tumbuh cukup kuat 5,75 persen secata tahunan. Padahal pada kuartal ketiga 2026 Sulsel dihantan kelangkaan parah bahan bakar minyak, kesulitas gas elpiji, pemadaman bergilir listrik dan kemarau.

Perekonomian Sulsel berdasarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku triwulan III-2026 mencapai Rp218,65 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp114,29 triliun.

Ekonomi Sulsel triwulan III-2026 terhadap triwulan III-2025 mengalami pertumbuhan 5,75 persen (year on year atau y-on-y). Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Industri Pengolahan (manufaktur) mengalami pertumbuhan tertinggi yakni sebesar 9,85 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau investasi mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 7,05 persen.

Kinerja triwulan III-2026 terhadap triwulan sebelumnya hanya bertumbuh sebesar 3,52 persen (q-to-q). Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi terjadi pada Lapangan Usaha konstruksi, sebesar 11,65 persen. Dari sisi pengeluaran, Komponen Ekspor Barang dan Jasa mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 27,71 persen.

Tenaga Kerja

Seiring kinerja pertumbuhan ekonomi tersebut, penduduk bekerja pada Agustus 2026 sebanyak 4,79 juta orang, bertambah 33,53 ribu orang dibandingkan Agustus 2025. 

Lapangan usaha dengan penyerapan tenaga kerja terbesar adalah pertanian, kehutanan, dan perikanan yaitu 1,70 juta orang atau sebesar 35,49 persen.

Jumlah angkatan kerja berdasarkan Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) pada Agustus 2026, sebanyak 5,0 juta orang. Bertambah 36,50 ribu orang dibandingkan Agustus 2025.

Tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK)  pada Agustus 2026 sebesar 67,36 persen, turun 0,29 persen poin dibandingkan Agustus 2015.

Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Agustus 2026 sebesar 4,23 persen, naik 0,03 persen poin dibanding Agustus 2025.