Kesejahteraan Warga Sulsel 2026 Naik Kelas, Bone Tercepat
Suasana pusat perbelanjaan di salah satu mall Makassar ramai - (foto by Rini)
CELEBESMEDIA.ID, Makassar — Tingkat kesejahteraan warga Sulawesi Selatan menunjukkan kabar gembira sepanjang tahun 2026. Berdasarkan data Indeks Pembangunan Manusia (IPM) terbaru, kualitas hidup masyarakat di wilayah ini mengalami perbaikan merata pada seluruh dimensi dasar, mulai dari pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari, pendidikan, hingga derajat kesehatan.
Menariknya, pemulihan dan peningkatan kualitas hidup kali ini terdorong pesat oleh menguatnya daya beli warga serta durasi menempuh pendidikan yang makin panjang.
Sinyal paling terasa dari meningkatnya taraf hidup ini tampak pada tebalnya dompet masyarakat. Standar hidup layak yang diukur dari rata-rata pengeluaran riil per kapita per tahun tercatat menyentuh angka Rp13,29 juta pada 2026.
Angka tersebut melonjak sebesar Rp515 ribu atau naik 4,03 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan pengeluaran warga ini tergolong progresif karena berhasil melampaui rata-rata pertumbuhan tahunan periode 2022 hingga 2025 yang berada di level 3,38 persen per tahun.
Sejalan dengan kondisi finansial yang makin membaik, sektor pendidikan masyarakat Sulawesi Selatan juga menunjukkan tren positif. Rata-rata lama sekolah untuk penduduk berusia 25 tahun ke atas bertambah 0,19 tahun menjadi 9,19 tahun, yang mengindikasikan semakin banyaknya warga yang berhasil menyelesaikan jenjang pendidikan dasar hingga menengah.
Sementara itu, harapan lama sekolah bagi anak-anak berusia 7 tahun tercatat naik tipis menjadi 13,57 tahun.
Di sisi kesehatan, jaminan hidup sehat warga terus menunjukkan capaian membahagiakan. Bayi yang lahir di Sulawesi Selatan pada tahun 2026 kini memiliki Umur Harapan Hidup hingga 74,37 tahun, atau bertambah 0,22 tahun dibanding mereka yang lahir pada tahun 2025.
Jika ditarik rentang waktu sejak 2022, angka harapan hidup masyarakat di provinsi ini secara akumulatif telah meningkat hampir satu tahun penuh.
Peningkatan mutu hidup ini dirasakan merata oleh 24 kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan dengan rata-rata kenaikan IPM sebesar 0,97 persen. Wilayah perkotaan seperti Kota Makassar dengan nilai IPM 86,15, Kota Palopo sebesar 82,22, serta Kota Parepare sebesar 82,21 masih kokoh memegang status pembangunan sangat tinggi. Meski demikian, laju pertumbuhan IPM di wilayah perkotaan tersebut mulai menunjukkan penjenuhan dan perlambatan, seperti Makassar yang hanya tumbuh 0,57 persen.
Kecepatan pembangunan justru bergeser ke kawasan kabupaten yang mulai mengejar ketertinggalan. Kabupaten Bone memimpin percepatan pembangunan kesejahteraan tertinggi dengan pertumbuhan IPM mencapai 1,35 persen, disusul oleh Tana Toraja, Toraja Utara, dan Soppeng yang masing-masing tumbuh pesat di angka 1,32 persen. Akselerasi di daerah-daerah ini menjadi bukti nyata bahwa roda perekonomian dan pemerataan kesejahteraan warga kini semakin menjangkau pelosok Sulawesi Selatan.
