Lampu Kuning Ekonomi RI, Kontraksi Triwulan I-2026

Ilustrasi Rupiah - (foto by Pixabay)

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Lampu kuning perekonomian nasional memancarkan sinyal kurang baik. Ekonomi Indonesia triwulan I-2026 terhadap triwulan IV-2025 terkontraksi sebesar 0,77 persen (q-to-q). 

Walaupun secara tahunan (year-on-year) tetap tumbuh sebesar 5,61 persen, tetapi perlu diwaspadai. Alasannya, perekonomian triwulan IV-2025 terhadap triwulan III-2025 mengalami pertumbuhan tipis 0,86 persen.

Secara triwulanan, dari sisi produksi, Lapangan Usaha Pertambangan dan Penggalian mengalami kontraksi  pertumbuhan terdalam sebesar 8,20 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, Komponen PK-P mengalami kontraksi terdalam sebesar 30,13 persen.

Secara tahunan (triwulan I-2026 terhadap triwulan I-2025) perekonomian nasional  mengalami pertumbuhan sebesar 5,61 persen (y-on-y). Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 13,14 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-P) mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 21,81 persen.

Perekonomian Indonesia berdasarkan besaran Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku triwulan I-2026 mencapai Rp 6.187,2 triliun. Atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp 3.447,7 triliun.

Pada triwulan I-2026, kelompok provinsi di Pulau Jawa mendominasi struktur perekonomian Indonesia secara spasial, dengan kontribusi  mencapai 57,24 persen dan mencatat pertumbuhan ekonomi  sebesar 5,79 persen (y-on-y).