Suplus Neraca Perdagangan Tinggi, Cadangan Devisa Tetap Mantap

Ilustrasi - (foto by Pexels.com)

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Surplus neraca perdagangan Indonesia terus membaik sehingga membuat cadangan devisa juga tetap kuat. 

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), surplus neraca perdagangan Indonesia Oktober 2021 mencapai 5,73 miliar dolar AS, lebih tinggi dibandingkan dengan surplus bulan sebelumnya sebesar 4,37 miliar dolar AS. 

Dengan perkembangan tersebut, neraca perdagangan Indonesia terus mencatat nilai positif sejak Mei 2020. 

Neraca perdagangan Indonesia pada Januari-Oktober 2021 secara keseluruhan mencatat surplus 30,81 miliar dolar AS, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan capaian pada periode yang sama tahun 2020 sebesar 16,93 miliar dolar AS. 

"Bank Indonesia memandang surplus neraca perdagangan tersebut berkontribusi positif dalam menjaga ketahanan eksternal perekonomian Indonesia. Ke depan, Bank Indonesia terus memperkuat sinergi kebijakan dengan Pemerintah dan otoritas terkait untuk mendukung pemulihan ekonomi," kata Erwin Haryono, Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi BI, Selasa (16/11/2021). 

Surplus neraca perdagangan Oktober 2021 dipengaruhi oleh surplus neraca perdagangan nonmigas yang meningkat. Pada Oktober 2021, surplus neraca perdagangan nonmigas sebesar 6,61 miliar dolar AS, lebih tinggi dibandingkan dengan surplus pada September 2021 sebesar 5,31 miliar dolar AS. 

Ekspor nonmigas pada Oktober 2021 tercatat sebesar 21,00 miliar dolar AS, meningkat dibandingkan dengan capaian pada bulan sebelumnya sebesar 19,67 miliar dolar AS. Ekspor komoditas berbasis sumber daya alam, seperti bahan bakar mineral termasuk batu bara dan CPO, serta produk manufaktur, seperti besi dan baja, tercatat meningkat. 

Ditinjau dari negara tujuan, ekspor nonmigas ke Tiongkok, Amerika Serikat, dan Jepang tetap tinggi seiring dengan pemulihan permintaan global. 

Sementara itu, impor nonmigas tetap kuat pada seluruh komponen, sejalan dengan perbaikan ekonomi domestik yang berlanjut. Adapun, defisit neraca perdagangan migas menurun dari 0,93 miliar dolar AS pada September 2021 menjadi 0,87 miliar AS pada Oktober 2021, dipengaruhi oleh peningkatan kinerja ekspor migas terutama minyak mentah dan gas. 

Dampak dari surplus neraca perdagangan, yakni pembentukan cadangan devisa, terutama hasil devisa ekspor, juga semakin membaik dan terjaga. 

Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Oktober 2021 tetap tinggi sebesar 145,5 miliar dolar AS, meskipun menurun dibandingkan dengan posisi pada akhir September 2021 sebesar 146,9 miliar dolar AS. 

Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 8,5 bulan impor atau 8,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor. 

Bank Indonesia, kata Erwin, menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.

Penurunan posisi cadangan devisa pada Oktober 2021 antara lain dipengaruhi oleh pembayaran utang luar negeri pemerintah. Ke depan, Bank Indonesia memandang cadangan devisa tetap memadai, didukung oleh stabilitas dan prospek ekonomi yang terjaga, seiring dengan berbagai respons kebijakan dalam mendorong pemulihan ekonomi.