Susul Bos BEI, 3 Petinggi OJK Mundur

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon Inarno Djajad, Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Tiga pimpinan tertinggi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengundurkan diri di tengah tekanan kuat pasar saham setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergejolak tajam selama dua hari perdagangan berturut-turut.

Pengunduran diri tersebut melibatkan Mahendra Siregar dari jabatan Ketua Dewan Komisioner OJK, Inarno Djajadi selaku Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon, serta I. B. Aditya Jayaantara yang menjabat Deputi Komisioner Pengawas Emiten dan Transaksi Efek. Langkah ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab atas kondisi pasar modal yang tertekan.

OJK menyatakan pengunduran diri ketiga pejabat telah diterima secara resmi dan akan diproses sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, termasuk Undang-Undang OJK dan UU Penguatan dan Pengembangan Sektor Keuangan (P2SK).

"Ini merupakan bentuk tanggung jawab moral untuk mendukung terciptanya langkah pemulihan yang diperlukan," ujar Mahendra dalam keterangan tertulis, Jumat (30/1/2026).

Meski terjadi perubahan di jajaran pimpinan, OJK memastikan fungsi pengaturan, pengawasan, dan penjagaan stabilitas sektor jasa keuangan tetap berjalan normal. 

Untuk sementara, tugas dan kewenangan ketiga posisi tersebut dilaksanakan berdasarkan mekanisme tata kelola internal agar kesinambungan kebijakan tetap terjaga.

Gejolak pasar yang melatarbelakangi keputusan ini terjadi setelah IHSG mencatat koreksi tajam, anjlok 7,35 persen pada Rabu (28/1/2026) dan kembali melemah 1,06 persen pada Kamis (29/1/2026), sebelum akhirnya menguat pada perdagangan Jumat.

Sebelumnya, Iman Rachman juga menyatakan mundur dari jabatan Direktur Utama BEI. Pengunduran diri itu disampaikan langsung pada Jumat pagi (30/1/2026), sebagai bentuk tanggung jawab atas kondisi pasar yang tertekan dalam dua hari perdagangan terakhir.