Daya Beli Petani Sulsel Melemah, Hortikultura Paling Tertekan
Ilustrasi petani - (foto by pixabay)
CELEBESMEDIA.ID, Makassar – Kondisi kesejahteraan petani di Sulawesi Selatan melemah awal tahun 2026.
Hal ini tercermin dari data yang dirilis Badan Pusat Statistik, Nilai Tukar Petani (NTP) gabungan Sulsel pada Januari 2026 tercatat sebesar 118,12, turun 0,81 persen dibandingkan Desember 2025 yang berada di angka 119,10.
Penurunan NTP mengindikasikan bahwa kenaikan harga yang diterima petani tidak mampu mengimbangi peningkatan biaya produksi dan kebutuhan rumah tangga.
Dengan kata lain, daya beli petani mengalami tekanan meski secara umum NTP masih berada di atas angka 100.
Jika dilihat lebih rinci, tekanan paling besar dirasakan oleh petani tanaman hortikultura.
Sub sektor ini mencatat NTP sebesar 111,46, turun tajam 10,63 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Kondisi ini mengindikasikan turunnya harga hasil panen atau meningkatnya biaya input seperti pupuk, benih, dan ongkos distribusi.
Sementara itu, tanaman pangan juga mengalami penurunan NTP sebesar 0,28 persen menjadi 111,87. Penurunan ini menunjukkan bahwa petani pangan belum sepenuhnya menikmati hasil dari aktivitas produksi.
Berbeda dengan dua subsektor tersebut, BPS mencatat tanaman perkebunan rakyat masih mencatat NTP tertinggi yakni 142,53. Meski demikian akan itu tetap mengalami penurunan 1,51 persen dibanding Desember 2025.
Kondisi lebih menjanjikan datang dari subsektor peternakan dan perikanan. NTP peternakan naik 0,41 persen menjadi 110,43, sedangkan perikanan meningkat cukup signifikan sebesar 2,75 persen dengan NTP 118,30. Kenaikan ini menjadi penopang utama agar penurunan NTP gabungan tidak lebih dalam.
Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) pada Januari 2026 juga mengalami penurunan. NTUP tercatat sebesar 123,58, atau turun 0,78 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Penurunan NTUP menandakan bahwa keuntungan usaha pertanian ikut tertekan akibat naiknya biaya produksi.
