Fokus Realisasi, SIBF 2026 Pacu Ekonomi Sulawesi
Pembukaan SIBF 2026 di Claro Makassar, Rabu (28/10) - (foto by Rini)
CELEBESMEDIA.ID, Makassar — Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulawesi Selatan, Rizky Ernadi Wimanda, menegaskan bahwa keberhasilan Sulawesi Investment and Business Forum (SIBF) 2026 harus diukur dari realisasi investasi dan keberlanjutan transaksi perdagangan, bukan sekadar jumlah proyek yang dipromosikan.
Forum yang digelar di Hotel Claro Makassar pada 28–29 Oktober 2026 ini menawarkan 43 proyek potensial dari seluruh kawasan Sulawesi kepada investor dalam dan luar negeri.
"SIBF 2026 bukan sekadar agenda promosi, melainkan bagian dari upaya memperkuat fondasi ekonomi regional melalui investasi produktif dan perdagangan berkelanjutan," ujar Rizky dalam pembukaan forum, Rabu (28/10/2026).
Penyelenggaraan SIBF 2026 berlangsung di tengah tren penguatan investasi di Sulawesi. Berdasarkan data BI, ekonomi Sulawesi tumbuh 4,36 persen pada triwulan II 2026. Pertumbuhan investasi meningkat dari 6,7 persen menjadi 8,1 persen, sementara pertumbuhan ekspor tercatat melambat dari 8,3 persen menjadi 4,3 persen. Kondisi ini mendorong pentingnya menjaga momentum investasi sekaligus memperluas akses pasar secara seimbang.
Untuk mendorong kerja sama konkret, SIBF 2026 memfasilitasi 98 pertemuan bisnis satu lawan satu (one-on-one business matching) yang melibatkan lebih dari 30 calon investor. BI berharap penjajakan ini berlanjut hingga tahap Letter of Intente (LoI), Nota Kesepahaman (MoU), maupun kerja sama strategis lainnya.
Selain investasi, SIBF 2026 juga berfokus pada penguatan sektor perdagangan melalui pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Rangkaian kegiatan menjelang forum telah menghasilkan komitmen ekspor senilai Rp450 miliar.
Angka tersebut melibatkan 31 UMKM dari Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, dan Maluku Utara yang bermitra dengan 44 pembeli dari 20 negara. Selain itu, sebanyak tujuh UMKM berhasil memperluas akses pasar domestik melalui kemitraan dengan jaringan ritel modern.
Capaian tahun ini melonjak signifikan dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya yang mencatatkan 24 komitmen investasi senilai Rp8,55 triliun dan komitmen ekspor Rp228 miliar.
Sementara Staf Ahli Gubernur Sulsel Bidang Ekonomi Pembangunan dan Keuangan, Since Erna Lamba, menambahkan bahwa forum ini menekankan pentingnya pendekatan hilirisasi agar komoditas unggulan daerah tidak lagi dijual mentah. Sulsel sendiri mencatatkan potensi besar, di antaranya sebagai produsen rumput laut nomor satu nasional, kontributor utama rajungan, serta produsen penting di sektor perikanan dan perkebunan.
"Sulawesi Selatan bukan sekadar penonton, melainkan pemain kunci."
Sebagai pengembangan dari South Sulawesi Investment Forum (SSIF) dan Anging Mammiri Business Fair* (AMBF), cakupan SIBF 2026 kini diperluas hingga wilayah Maluku dan Papua.
Melibatkan sekitar 350 peserta mulai dari pemerintah, lembaga pembiayaan, hingga investor BI berharap forum ini mampu mempercepat realisasi proyek strategis, memperkuat daya saing daerah, dan mendongkrak pertumbuhan ekonomi kawasan Sulawesi secara berkelanjutan.
“SIBF bukan menjadi akhir dari proses promosi, melainkan langkah awal menuju realisasi yang memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian Sulawesi,” pungkas Rizki.
