Bos IMF: Minyak Naik 10%, Inflasi Meroket 40 Basis Poin
International Monetary Fund (IMF) - (foto by Bloomberg)
CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Kristalina Georgieva memperingatkan risiko lonjakan inflasi dan pelemahan ekonomi global akibat konflik di Timur Tengah.
Para pemimpin ekonomi perlu memikirkan hal-hal yang tidak terbayangkan sebelumnya.
Katanya, kenaikan harga minyak sebesar 10%, jika terus berlanjut hingga sebagian besar tahun ini, akan mengakibatkan peningkatan inflasi global sebesar 40 basis poin.
Dia juga memperkirakan konflik ini bisa menekan pertumbuhan ekonomi sebesar 0,1%-0,2%. Data OECD, inflasi global masih tercatat stabil di level 3,7% pada Desember 2025.
"Kita melihat ketahanan diuji lagi oleh konflik baru di Timur Tengah," kata Georgieva, dalam simposium yang diselenggarakan oleh Kementerian Keuangan Jepang, dikutip dari Arab News dan Business Review, Rabu (11/3/2026), sebagaimana dikutip CNBC.
"Saran saya kepada para pembuat kebijakan dalam lingkungan global baru ini adalah pikirkan hal yang tak terbayangkan dan persiapkan diri untuk itu," katanya.
Dia menambahkan, IMF sedang menilai potensi dampak konflik tersebut terhadap negara-negara anggotanya setelah fasilitas minyak dan gas utama terpengaruh dan lalu lintas melalui Selat Hormuz dilaporkan turun hingga 90%.
Bahkan jika perang berakhir, Georgieva yakin bahwa akan ada guncangan lain yang terjadi. Dia mengaku, selama masa jabatannya, telah menyaksikan krisis besar seperti pandemi COVID-19 dan invasi Rusia ke Ukraina.
"Kita berada di dunia yang lebih rentan terhadap guncangan. Kita berada di dunia yang menghadapi ketidakpastian yang meningkat. Ini sekarang menjadi normal baru," katanya, seraya menyarankan pihak berwenang "untuk memikirkan hal-hal yang tak terbayangkan dan bersiap," ujarnya.
IMF memantau dengan cermat konflik di Timur Tengah dan akan memasukkan kesimpulannya dalam laporan World Economic Outlook yang akan terbit pada bulan April mendatang.
Pada bulan Januari, IMF sebenarnya sudah merevisi perkiraan pertumbuhan globalnya. IMF memproyeksikan ekspansi ekonomi global sebesar 3,3% untuk tahun 2026 dan 3,2% untuk tahun berikutnya.
