Sejuta Orang Tandatangan Petisi ke Menhub Minta Harga Tiket Pesawat Diturunkan

Ilustrasi maskapai penerbangan - (foto by porindo.com)

CELEBESMEDIA.ID, Jakarta – Hingga Selasa (7/5/2019) pukul 15.00 WITA, petisi dengan judul "Turunkan Harga Tiket Pesawat Domestik Indonesia" telah ditandatangani sekitar 1,06 juta orang. Petisi ini dibuat sejak Januari lalu, tetapi hingga kini masih ditandatangani dan disebarkan di situs Change.org. 

Dirilis CELEBESMEDIA.ID dari cnnindonesia, petisi yang dibuat oleh Iskandar Zulkarnaen tersebut meminta menteri perhubungan, Budi Karya Sumadi menurunkan harga tiket pesawat. "Penerbangan domestik yang biasanya pulang pergi bisa di bawah Rp1 juta, kini rata-rata di atas Rp1 juta, bahkan mencapai Rp2-4 juta," ungkap Iskandar. 

Petisi serupa yang dibuat pada awal tahun ini oleh Nadya Wulandari berjudul "Turunkan Harga Tiket Domestik" juga telah ditandatangani lebih dari 500 ribu orang. "Bapak Menteri yang kami hormati, tolong direvisi lagi peraturan tiket pesawat ini. Ketika saya cek harga tiket pesawat, semua maskapai menaikkan sampai tarif batas atas, tanpa terkecuali," keluh Nadya. 

Sementara itu, petisi hampir serupa meminta penurunan harga tiket pesawat baru dibuat oleh Paul Shady di situs yang sama. Ia meminta penurunan harga tiket pesawat, khususnya dari Jawa menuju Papua dan sebaliknya. Hingga kini, sudah terdapat 50.652 orang yang telah menandatangani dan menyebarkan petisi tersebut. 

Petisi dibuat Paul lantaran miris melihat harga tiket pesawat rute Jawa-Papua selalu mahal. Demikian pula dengan tiket rute sebaliknya. "Mirisnya, banyak harga tiket ke luar negeri yang justru lebih murah daripada Papua," jelas Paul. 

Sejak petisi kepada Menhub didengungkan awal tahun ini, pemerintah sebenarnya sudah merespons permintaan tersebut. Beberapa kali pemerintah menyeru kepada maskapai untuk menurunkan tarif tiket. 

Presiden Joko Widodo (Jokowi) bahkan turut meminta maskapai untuk menyeret turun tarif tiket pesawat pada Februari lalu. Jokowi bahkan menginstruksikan Pertamina menurunkan avtur yang dinilai sebagai biang keladi mahalnya harga tiket pesawat. 

Beberapa kali pemerintah menyeru kepada perusahaan untuk menurunkan tarif tiket. Bahkan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) ikut meminta maskapai untuk menyeret turun tarif tiket pesawat pada Februari lalu. Maskapai sempat merespons imbauan itu dengan menurunkan tiket. Namun, sifatnya hanya sementara.

Akibat harga tiket melambung, Menteri Pariwisata Arief Yahya menyatakan kunjungan wisatawan domestik pada periode Januari-Maret 2019 turun rata-rata 30 persen. Terbaru, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah penumpang angkutan udara pada Maret 2019, merosot 21,94 persen secara tahunan pada Maret 2019 dari 7,73 juta menjadi 6,03 juta penumpang. 

Dalam rapat terakhir Kementerian Koordinator Perekonomian, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi diberi waktu sepekan untuk memangkas harga tiket pesawat. Untuk itu, Budi Karya mengaku saat ini tengah menggodok tarif batas atas harga tiket pesawat untuk kelas ekonomi. "Saya diberikan waktu seminggu untuk menetapkan batas atas baru untuk kelas ekonomi," ujar Budi usai menghadiri rapat koordinasi di kantor Kementerian Bidang Perekonomian, Senin (6/5/2019) kemarin.