Jangan Tunggu Haus, Waspada 10 Tanda Dehidrasi Akut
Ilustrasi - (foto by freepik)
CELEBESMEDIA.ID, Makassar — Dehidrasi akut terjadi ketika tubuh kehilangan cairan lebih banyak daripada yang masuk. Kondisi ini dapat dipicu berbagai hal termasuk cuaca panas.
Mengutip laman Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, dehidrasi dapat dikenali melalui sejumlah perubahan pada tubuh. Gejalanya tidak hanya berupa rasa haus, tetapi juga dapat terlihat dari kondisi fisik dan perubahan pola buang air kecil.
Berikut tanda-tanda dehidrasi yang perlu diwaspadai:
1. Pusing
Pusing atau kepala terasa ringan dapat muncul ketika tubuh kekurangan cairan. Kondisi ini berkaitan dengan berkurangnya volume cairan dalam tubuh yang dapat memengaruhi sirkulasi darah.
Jika pusing muncul setelah banyak berkeringat atau beraktivitas di tengah cuaca panas, kondisi tersebut perlu diperhatikan sebagai kemungkinan tanda dehidrasi.
2. Tubuh lemas dan mudah lelah
Kekurangan cairan dapat membuat tubuh terasa lemas, kurang bertenaga, dan lebih cepat lelah. Kondisi ini dapat semakin terasa ketika tubuh kehilangan banyak cairan dalam waktu relatif singkat.
Lemas yang disertai pusing, rasa haus berlebihan, atau berkurangnya frekuensi buang air kecil perlu menjadi perhatian.
3. Mulut dan bibir kering
Mulut dan bibir yang terasa kering merupakan salah satu tanda yang mudah dikenali. Ketika tubuh kekurangan cairan, produksi air liur dapat berkurang sehingga mulut terasa kering dan tidak nyaman.
Jika kondisi ini berlangsung bersamaan dengan rasa haus dan urine yang semakin pekat, kebutuhan cairan tubuh perlu segera diperhatikan.
4. Mata kering atau tampak cekung
Kekurangan cairan juga dapat memengaruhi kondisi mata. Mata dapat terasa lebih kering, sementara pada dehidrasi yang lebih berat mata dapat terlihat cekung.
Mengutip panduan Kementerian Kesehatan mengenai dehidrasi pada anak, mata yang sangat cekung merupakan salah satu tanda yang perlu diwaspadai pada kondisi dehidrasi berat.
5. Jarang buang air kecil
Frekuensi buang air kecil yang menurun dapat menjadi petunjuk bahwa tubuh sedang berusaha mempertahankan cairan yang tersisa.
Kondisi ini menjadi semakin perlu diperhatikan apabila seseorang juga mengalami urine berwarna lebih pekat, rasa haus, pusing, atau lemas.
6. Urine berwarna lebih pekat
Perubahan warna urine dapat menjadi salah satu indikator sederhana kondisi hidrasi tubuh. Urine yang semakin pekat atau berwarna kuning lebih gelap dapat menunjukkan bahwa tubuh membutuhkan lebih banyak cairan.
Namun, warna urine juga dapat dipengaruhi makanan, obat-obatan, dan kondisi kesehatan tertentu sehingga tidak sebaiknya digunakan sebagai satu-satunya patokan.
7. Rasa haus berlebihan
Rasa haus merupakan sinyal alami bahwa tubuh membutuhkan cairan. Melansir informasi Kementerian Kesehatan, rasa haus berlebihan dapat menjadi salah satu gejala dehidrasi.
Meski demikian, sebaiknya tidak menunggu sampai rasa haus muncul untuk memenuhi kebutuhan cairan, terutama ketika cuaca panas atau tubuh banyak mengeluarkan keringat.
8. Sakit kepala dan sulit berkonsentras
Dehidrasi juga dapat disertai sakit kepala dan penurunan konsentrasi. Kekurangan cairan dapat membuat tubuh terasa tidak nyaman dan mengganggu kemampuan seseorang menjalankan aktivitas secara optimal.
Jika keluhan muncul setelah aktivitas berat atau berada dalam kondisi panas, kebutuhan cairan perlu segera diperhatikan.
9. Kram otot
Kram otot dapat muncul ketika tubuh kehilangan banyak cairan, terutama setelah aktivitas fisik yang menyebabkan produksi keringat meningkat.
Kram yang disertai lemas, pusing, atau rasa haus dapat menjadi tanda bahwa tubuh perlu mendapatkan kembali cairan yang hilang.
10. Kebingungan atau penurunan kesadaran
Kebingungan, perubahan kesadaran, atau kondisi sangat lemas merupakan tanda yang jauh lebih serius. Mengutip panduan Kementerian Kesehatan, pada kondisi dehidrasi berat seseorang, terutama anak, dapat menjadi sangat lemas hingga tidak sadar dan tidak mampu atau malas minum.
Kondisi seperti ini membutuhkan pertolongan medis segera dan tidak cukup ditangani hanya dengan meningkatkan konsumsi air secara mandiri.
Kebutuhan cairan orang dewasa secara umum sekitar 2 liter atau 8 gelas air putih per hari. Angka tersebut merupakan kebutuhan umum dan bukan ukuran yang sama untuk setiap orang.
Kebutuhan cairan dapat berbeda berdasarkan usia, aktivitas fisik, kondisi tubuh, jenis kelamin, suhu lingkungan, serta makanan yang dikonsumsi. Kebutuhan juga dapat meningkat ketika tubuh kehilangan banyak cairan akibat berkeringat, muntah, atau diare.
