Kunyit Tak Sekadar Bumbu, Ini Khasiatnya untuk Pencernaan
Ilustrasi - (foto by Unsplash)
CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Selama ini rempah lebih dikenal sebagai penyedap yang memberikan aroma, rasa, dan warna pada makanan.
Namun, di balik penggunaannya dalam jumlah kecil, sejumlah rempah juga mengandung senyawa yang berpotensi mendukung kesehatan tubuh, termasuk sistem pencernaan.
Salah satunya adalah kunyit. Rempah berwarna kuning cerah ini mengandung kurkumin, senyawa yang dikenal memiliki sifat anti-inflamasi dan menjadi salah satu komponen yang banyak diteliti dalam kaitannya dengan kesehatan pencernaan.
Ahli gizi terdaftar Kristen Lorenz, RD, mengatakan kurkumin dapat membantu menjaga lapisan usus dengan meredakan peradangan.
“Kurkumin membantu melindungi lapisan usus dengan mengurangi peradangan,” kata Lorenz, diberitakan ANTARA yang mengutip Real Simple, Rabu (16/9).
Menurut dia, sifat anti-inflamasi tersebut juga berkaitan dengan upaya menjaga kondisi lingkungan usus tetap sehat.
Kunyit disebut dapat mendukung pertumbuhan bakteri baik, termasuk Bifidobacterium dan Lactobacillus, sekaligus membantu menghambat bakteri yang berpotensi merugikan.
Keseimbangan mikrobioma usus penting karena berkaitan dengan proses pencernaan, penyerapan nutrisi hingga fungsi sistem kekebalan tubuh.
Karena itu, menjaga keberagaman bakteri di dalam usus menjadi salah satu bagian dari pola hidup yang mendukung kesehatan pencernaan.
Manfaat kunyit tidak berhenti di sana. Lorenz menjelaskan rempah tersebut juga dapat merangsang produksi empedu, cairan yang dibuat oleh hati dan berperan dalam proses pencernaan lemak.
“Empedu sangat penting untuk memecah lemak dan menyerap vitamin yang larut dalam lemak, yang meliputi vitamin A, D, E, dan K,” ujarnya.
Aliran empedu yang baik juga dapat membantu menciptakan lingkungan yang mendukung keseimbangan mikrobioma, terutama di bagian usus kecil.
Meski demikian, kunyit tidak perlu dikonsumsi dalam jumlah besar untuk mendapatkan manfaatnya.
Lorenz menekankan penggunaannya dalam makanan cukup sedikit dan manfaatnya lebih berkaitan dengan kebiasaan yang dilakukan secara konsisten.
Kesehatan usus sendiri tidak ditentukan oleh satu jenis makanan atau rempah. Asupan serat, kecukupan cairan, keragaman makanan, pengelolaan stres, serta pembatasan makanan ultra-proses juga menjadi bagian penting dalam menjaga sistem pencernaan.
Kunyit dapat menjadi salah satu pelengkap pola makan tersebut. Cara mengonsumsinya pun cukup beragam, mulai dari mencampurkannya ke dalam makanan hingga minuman.
Bagi yang kurang menyukai rasa kunyit yang kuat, rempah ini dapat dicampurkan ke dalam smoothie bersama buah bercita rasa manis seperti mangga dan pisang.
Tambahan kefir juga bisa menjadi pilihan karena mengandung probiotik, sementara lada hitam kerap digunakan bersama kunyit untuk membantu penyerapan kurkumin.
Kunyit juga dapat diseduh menjadi teh hangat. Dalam masakan, rempah ini bisa ditambahkan ke nasi goreng untuk memberikan warna kuning keemasan sekaligus cita rasa khas.
Pilihan lainnya adalah mencampurkan sedikit kunyit ke dalam telur orak-arik, quiche, atau omelet.
Dengan cara sederhana tersebut, kunyit bukan hanya menjadi pewarna dan penyedap, tetapi juga dapat menjadi bagian dari pola makan yang lebih beragam dan ramah bagi kesehatan pencernaan.
