3 Amalan yang Dikira Sunnah Jumat, Ternyata Bukan

Sejumlah muslim bersiap melaksanakan salat Jumat di Masjid Al Markaz Al Islami - (foto by dok Celebesmedia)

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Hari Jumat memiliki keutamaan tersendiri bagi umat Islam. Selain menjadi waktu pelaksanaan salat Jumat, ada sejumlah amalan yang dianjurkan untuk memperbanyak pahala, seperti membaca Surah Al-Kahfi, memperbanyak selawat, dan berdoa.

Namun, tidak semua ibadah yang dilakukan secara khusus pada hari Jumat memiliki dasar sebagai sunah. Ada beberapa kebiasaan yang kerap dianggap sebagai amalan sunah Jumat, padahal pengkhususan waktu atau tata caranya perlu ditinjau kembali berdasarkan dalil agar umat Islam dapat beribadah sesuai tuntunan Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam.

1. Mengkhususkan Puasa Sunah pada Hari Jumat

Sebagian umat Islam mungkin memilih hari Jumat untuk berpuasa karena menganggapnya sebagai hari yang istimewa. Padahal, puasa sunah yang dikhususkan hanya pada hari Jumat tanpa alasan lain justru tidak dianjurkan.

Dalam hadis riwayat Muslim nomor 1144, Rasulullah SAW melarang umatnya mengkhususkan hari Jumat untuk berpuasa di antara hari-hari lainnya, kecuali jika puasa tersebut bertepatan dengan kebiasaan puasa yang biasa dilakukan seseorang.

Mayoritas ulama menilai hukum mengkhususkan puasa pada hari Jumat saja sebagai makruh. Adapun jika puasa Jumat disertai puasa pada Kamis atau Sabtu, hal tersebut diperbolehkan.

Puasa pada hari Jumat juga tetap boleh dilakukan apabila bertepatan dengan puasa yang memiliki sebab tertentu, seperti puasa Arafah atau puasa sunah yang memang rutin dikerjakan.

2. Mengkhususkan Salat Malam pada Malam Jumat

Salat malam merupakan ibadah yang memiliki keutamaan besar. Namun, mengkhususkan malam Jumat untuk melaksanakan salat malam dengan keyakinan bahwa malam tersebut memiliki tata cara atau keutamaan khusus yang ditetapkan dalam syariat perlu dibedakan dari salat malam yang dilakukan secara umum.

Dalam hadis riwayat Muslim nomor 1144, Rasulullah SAW bersabda agar umatnya tidak mengkhususkan malam Jumat dengan salat malam di antara malam-malam lainnya.

Larangan ini bukan berarti umat Islam tidak boleh melaksanakan tahajud pada malam Jumat. Salat malam tetap merupakan ibadah yang dianjurkan. Hal yang perlu dihindari adalah mengkhususkan malam Jumat dengan ritual salat tertentu karena menganggapnya sebagai sunah khusus tanpa landasan yang sahih.

Dengan demikian, seorang muslim tetap dapat melaksanakan salat tahajud pada malam Jumat sebagaimana malam-malam lainnya, tanpa meyakini adanya keistimewaan khusus yang tidak memiliki dasar syariat.

3. Menganggap Salat Qabliyah Jumat sebagai Sunah Rawatib Khusus

Kebiasaan lain yang perlu dipahami adalah anggapan bahwa salat sebelum salat Jumat merupakan salat sunah rawatib yang memiliki ketentuan khusus seperti salat qabliyah Zuhur.

Dalam pembahasan fikih, terdapat perbedaan pendapat ulama mengenai salat sunah sebelum Jumat. Artikel Muslim.or.id berjudul  Fikih Salat Sunah Qabliyah Jumat  menjelaskan bahwa menurut pendapat yang dinilai lebih kuat oleh penulisnya, tidak ada dalil sahih yang menetapkan salat sunah rawatib khusus sebelum salat Jumat.

Meski demikian, bukan berarti seorang muslim dilarang salat sebelum khatib naik mimbar. Ia tetap boleh melaksanakan salat sunah mutlak selama waktu dan keadaan memungkinkan.

Perbedaannya terletak pada penetapan jenis ibadah. Salat sunah mutlak boleh dikerjakan tanpa menganggapnya sebagai salat rawatib khusus yang ditetapkan sebelum Jumat.

Memahami tuntunan ibadah menjadi bagian penting agar amalan yang dilakukan tidak sekadar mengikuti kebiasaan. Hari Jumat tetap dapat diisi dengan berbagai ibadah yang dianjurkan, seperti membaca Surah Al-Kahfi, memperbanyak selawat kepada Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam, berdoa, mandi sebelum salat Jumat, dan berangkat lebih awal ke masjid.

Sumber: Muslim.or.id