Dokter Koboi Ingatkan Warga Makassar Waspadai Kabut Asap
dr. Wahyudi Muchsin (kiri) - (Dok CELEBESMEDIA.ID)
CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Kabut asap yang menyelimuti Kota Makassar dinilai berpotensi mengancam kesehatan warga. Partikel berbahaya yang tak kasatmata dapat terhirup hingga ke dalam paru-paru, memicu gangguan pernapasan, dan meningkatkan risiko penyakit jantung.
Pemerhati kesehatan dr. Wachyudi Muchsin, yang dikenal sebagai Dokter Koboi, mengatakan kekhawatiran utama bukan pada langit yang kehilangan warna birunya.
"Yang paling mengkhawatirkan dari asap">kabut asap bukan sekadar langit yang kehilangan warna birunya, melainkan ancaman kesehatan yang masuk ke tubuh melalui setiap tarikan napas," ujarnya.
Ia meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terutama anak-anak, ibu hamil, lanjut usia, serta penderita asma dan penyakit jantung.
Menurut dia, jika kabut mengandung polusi asap, ancaman utamanya adalah partikel halus PM2,5 yang ukurannya sekitar 30 kali lebih kecil dari diameter rambut manusia.
Partikel itu mampu menembus jauh ke paru-paru dan memicu peradangan yang dapat memperburuk kondisi kesehatan.
Paparan kabut asap dapat menimbulkan keluhan seperti mata perih, batuk, tenggorokan kering, dan sesak napas, serta memperburuk penyakit paru kronis.
Untuk mencegah dampak tersebut, Dokter Koboi menyarankan warga mengenakan masker N95 atau KN95 yang terpasang rapat saat beraktivitas di luar ruangan dan mengurangi aktivitas di luar ketika kualitas udara tidak sehat.
Jendela rumah sebaiknya ditutup agar udara tercemar tidak masuk, dan penyaring udara digunakan bila tersedia.
Warga juga dianjurkan memperbanyak makanan bergizi, mencukupi kebutuhan cairan, memantau informasi kualitas udara dari sumber resmi, serta segera memeriksakan diri jika mengalami gangguan pernapasan.
Ia mengingatkan pula bahwa kabut yang terlihat tidak selalu merupakan kabut asap. Karena itu, pemantauan kualitas udara dan identifikasi sumber pencemaran diperlukan untuk memastikan tingkat risikonya.
"Jangan menunggu paru-paru memberi tanda bahaya baru kita peduli terhadap udara yang kita hirup. Sebab, kesehatan bukan hanya tentang mengobati ketika sakit, tetapi juga keberanian melindungi diri sebelum penyakit datang," katanya.
Menurut dia, udara bersih bukan sekadar persoalan lingkungan, melainkan kebutuhan mendasar bagi kelangsungan hidup manusia.
"Kita bisa memilih makanan yang kita konsumsi dan air yang kita minum. Namun, kita tidak bisa berhenti bernapas hanya karena udara sedang tercemar. Karena itu, menjaga kualitas udara berarti menjaga kehidupan," pungkasnya.
