5 Hal Pantang Dilakukan Saat Cuaca Panas, Bisa Berbahaya

Ilustrasi - (foto by Pexels)

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Cuaca panas bukan sekadar membuat tubuh merasa gerah. Ketika suhu lingkungan meningkat, tubuh harus bekerja lebih keras untuk mempertahankan suhu normal. Keringat yang keluar juga membuat cairan tubuh lebih cepat berkurang.

 Jika tidak diantisipasi, kondisi panas dapat meningkatkan risiko dehidrasi, kelelahan akibat panas atau heat exhaustion, hingga heatstroke yang merupakan kondisi darurat medis.

Healthline menyebut paparan panas ekstrem dapat menjadi berbahaya, terutama ketika seseorang terlalu lama berada di luar ruangan atau melakukan aktivitas fisik berat.

Karena itu, ada beberapa kebiasaan yang sebaiknya dihindari ketika cuaca sedang sangat panas.

1. Jangan terlalu lama berada di bawah terik matahari

Beraktivitas di luar ruangan ketika matahari sedang terik membuat tubuh lebih sulit membuang panas.

Healthline menyarankan untuk mengurangi paparan langsung terhadap matahari pada jam-jam puncak dan mencari tempat teduh jika harus berada di luar. Paparan panas yang berkepanjangan dapat meningkatkan risiko gangguan akibat panas.

Jika harus keluar, pilih area yang memiliki naungan, gunakan pelindung dari sinar matahari, dan berikan waktu bagi tubuh untuk beristirahat di tempat yang lebih sejuk.

2. Jangan memaksakan olahraga berat

Olahraga memang baik untuk kesehatan, tetapi intensitasnya perlu disesuaikan dengan kondisi lingkungan.

Berolahraga dalam suhu tinggi membuat tubuh menghasilkan panas tambahan sekaligus kehilangan lebih banyak cairan melalui keringat. Menurut Healthline, aktivitas fisik dalam cuaca panas dapat meningkatkan risiko dehidrasi, heat exhaustion, dan heatstroke.

Jika tetap ingin berolahraga di luar ruangan, waktu pagi atau sore ketika suhu lebih rendah dapat menjadi pilihan. Intensitas latihan juga sebaiknya diturunkan dan air minum disiapkan sebelum aktivitas dimulai.

 3. Jangan memakai pakaian yang terlalu tebal dan panas

Pakaian yang tidak sesuai dengan kondisi cuaca dapat membuat tubuh semakin sulit melepaskan panas.

Pakaian yang ringan dan longgar saat berada dalam kondisi panas. Bahan yang lebih ringan memungkinkan sirkulasi udara dan membantu keringat menguap dari permukaan kulit.

Sebaliknya, pakaian berlapis atau terlalu tebal dapat membuat panas tubuh terperangkap. Kondisi ini menjadi semakin tidak nyaman ketika seseorang harus berada di luar ruangan dalam waktu lama.

Untuk aktivitas luar ruangan, pilih pakaian yang ringan dan nyaman. Topi serta perlindungan terhadap sinar matahari juga dapat digunakan untuk mengurangi paparan langsung.

 4. Jangan mengandalkan alkohol untuk menghilangkan rasa haus

Minuman dingin memang terasa menyegarkan ketika cuaca panas. Namun, alkohol bukan pilihan yang tepat untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang.

Alkohol memiliki efek diuretik yang dapat meningkatkan pengeluaran cairan. Risiko dehidrasi juga menjadi perhatian ketika konsumsi alkohol terjadi bersamaan dengan aktivitas fisik atau kondisi panas.

Hal yang sama perlu diperhatikan ketika tubuh sudah menunjukkan tanda dehidrasi. Dalam kondisi tersebut, air dan cairan yang membantu menggantikan elektrolit lebih relevan dibandingkan minuman beralkohol.

5. Jangan menunggu haus untuk minum

Salah satu kesalahan yang sering dilakukan adalah baru minum ketika rasa haus muncul.

Padahal, rasa haus dapat menjadi salah satu tanda tubuh mulai kekurangan cairan. Saat cuaca panas, tubuh kehilangan lebih banyak cairan melalui keringat sehingga kebutuhan cairan juga dapat meningkat.

 Healthline menyarankan agar seseorang tidak hanya mengandalkan rasa haus untuk menentukan kapan harus minum. Memperhatikan warna urine juga dapat membantu mengenali kondisi hidrasi. Urine yang lebih gelap atau frekuensi buang air kecil yang berkurang dapat menjadi tanda dehidrasi.

Cuaca panas sebaiknya tidak dianggap sebagai sekadar masalah kenyamanan. Jika tubuh mulai kewalahan mengatur suhu, gejalanya dapat berupa keringat berlebihan, lemas, pusing, sakit kepala, rasa haus, kulit lembap, hingga gangguan koordinasi.

Karena itu, ketika tubuh mulai terasa terlalu panas, jangan memaksakan aktivitas. Segera cari tempat yang lebih sejuk, hentikan aktivitas, dan lakukan upaya pendinginan. 

Sumber: Healthline