8 Tips Aman dari Debu Saat Musim Kemarau

Ilustrasi - (foto by unsplash)

CELEBESMEDIA.ID, Makassar — Musim kemarau dapat meningkatkan risiko paparan debu, terutama di wilayah yang terdampak erupsi gunung berapi. Kondisi udara perlu diwaspadai karena abu yang tidak tercuci hujan dapat mengendap dan kembali beterbangan bersama debu jalanan serta asap.

 Wakil Ketua I Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) Dr. dr. Sukamto Koesnoe, mengatakan peningkatan paparan partikel di udara dapat memicu masalah kesehatan.

Untuk mengurangi risiko paparan, masyarakat di wilayah terdampak dapat menerapkan sejumlah langkah perlindungan berikut:

1. Tutup pintu dan jendela

Selama persebaran abu vulkanik masih berlangsung, pintu dan jendela rumah sebaiknya ditutup untuk membatasi masuknya partikel dari luar. Celah-celah yang memungkinkan debu masuk dapat disumbat menggunakan kain lembap.

"Ini berbeda dengan masker basah — membasahi kain penutup celah memang berguna," kata dr. Sukamto, dikutip dari Antara, Kamis (10/9).

Bagi pengguna pendingin udara, ia juga menyarankan mengaktifkan mode sirkulasi udara di dalam ruangan.

2. Batasi aktivitas di luar ruangan

Aktivitas luar ruangan sebaiknya dikurangi selama abu vulkanik masih tersebar di udara. Olahraga di luar ruangan perlu lebih dihindari karena aktivitas fisik membuat seseorang bernapas lebih dalam dan lebih cepat sehingga jumlah partikel yang masuk ke saluran pernapasan dapat meningkat.

 3. Gunakan masker yang sesuai

 Jika harus keluar rumah, gunakan masker dengan posisi rapat menutupi hidung dan mulut. Dr. Sukamto menyarankan masker N95, KN95, atau FFP2 untuk meminimalkan paparan abu vulkanik dan debu.

Perlindungan juga perlu dilengkapi dengan kacamata pelindung, pakaian lengan panjang, dan topi agar paparan partikel terhadap mata serta kulit dapat dikurangi.

4. Segera mandi dan keramas

Setelah kembali dari luar ruangan, segera bersihkan tubuh dengan mandi dan keramas. Langkah ini penting untuk menghilangkan abu dan debu yang mungkin menempel pada kulit serta rambut.

 Pakaian yang digunakan saat berada di luar ruangan juga sebaiknya dicuci secara terpisah agar partikel yang menempel tidak menyebar ke pakaian atau lingkungan lain.

5. Jangan mengucek mata

Mata yang terkena abu atau debu dapat terasa seperti berpasir. Dalam kondisi tersebut, mata tidak boleh dikucek karena dapat memperburuk iritasi.

Apabila mata terasa berpasir, bilas menggunakan air bersih atau cairan salin. Jika muncul nyeri mata atau penglihatan kabur, segera periksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan.

6. Lindungi makanan dan minuman

Wadah air minum harus dipastikan selalu tertutup untuk mencegah masuknya abu. Sayur dan buah yang akan dikonsumsi juga perlu dicuci bersih sehingga paparan abu vulkanik yang menempel pada permukaannya dapat diminimalkan.

7. Perbanyak minum air putih

Dosen tetap di Divisi Alergi Imunologi Klinik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu mengingatkan pentingnya mencukupi kebutuhan cairan. Memperbanyak minum air putih membantu menjaga saluran pernapasan agar tidak kering.

8. Kenali gejala yang membutuhkan pertolongan medis

Masyarakat perlu segera memeriksakan diri jika mengalami sesak napas yang semakin berat atau mengi yang tidak mereda dengan inhaler. Pemeriksaan juga diperlukan apabila muncul nyeri dada, demam disertai batuk berdahak yang menetap, nyeri mata, atau penglihatan kabur.

Kelompok rentan seperti bayi dan anak-anak, lansia, ibu hamil, penderita penyakit paru dan jantung kronik, serta pasien dengan gangguan sistem imun perlu mendapat perhatian khusus.

 "Kelompok yang perlu perhatian khusus, bayi dan anak, lansia, ibu hamil, penderita penyakit paru dan jantung kronik, serta pasien dengan gangguan sistem imun," kata dr. Sukamto.