Batuk Berkepanjangan, Dokter Ingatkan Risiko TB

Ilustrasi - (foto by Pexels)

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Dokter mengimbau masyarakat tidak menyepelekan batuk yang bertahan lebih dari dua pekan.

Keluhan itu, terlebih bila disertai demam menjelang sore atau malam, keringat malam, nafsu makan menurun, dan berat badan turun, patut dicurigai sebagai gejala tuberkulosis (TB) dan perlu segera diperiksakan.

Dokter spesialis paru konsultan infeksi, Dr. dr. Fathiyah Isbaniah, Sp.P(K), M.Pd.Ked., menegaskan bahwa batuk berkepanjangan harus ditelusuri penyebabnya.

Kewaspadaan lebih tinggi diperlukan pada kelompok dengan daya tahan tubuh rendah, seperti penderita HIV dan diabetes, yang dianjurkan memeriksakan diri meski batuknya belum berlangsung lama.

"Batuk lebih dari dua minggu perlu dicurigai sebagai TB. Pada orang dengan penurunan daya tahan tubuh, seperti penderita HIV dan diabetes, batuk dengan durasi berapa pun perlu diwaspadai," kata Fathiyah dikutip dari ANTARA, Sabtu (17/10).

Ragam gejala TB dijelaskan pula oleh dokter spesialis paru Prof. Dr. dr. Faisal Yunus, Ph.D., Sp.P(K). Menurut dia, penyakit ini tidak selalu tampil dengan tanda yang sama pada setiap penderita.

"Gejalanya bervariasi, tapi yang terakhir itu lebih dari dua pekan, kemudian nafsu makan berkurang, berat badan turun. Kemudian ada gejala-gejala demam sore hari atau malam hari, kadang-kadang berkeringat malam," ujarnya.

Selain keluhan tersebut, penderita TB juga dapat mudah merasa lelah, lemas, dan kehilangan semangat untuk beraktivitas sehari-hari, kata Faisal.

Faisal, yang pernah menjabat Ketua Umum Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), menyoroti batuk sebagai gejala yang paling sering diabaikan.

Kebiasaan itu banyak ditemukan pada perokok yang menganggap batuk sebagai hal lumrah sehingga enggan memeriksakan diri.

"Batuk paling sering diabaikan orang. 'Enggak, batuk biasa kok.' Apalagi kalau merokok, batuk terus, itu sering diabaikan banyak orang," katanya.

Sebagian masyarakat, lanjut dia, lebih dulu membeli obat batuk atau mengonsumsi ramuan herbal tanpa mengetahui penyebab keluhannya.

Padahal batuk akibat TB bisa berupa batuk kering maupun berdahak, dan tidak selalu memperlihatkan ciri khas yang mudah dikenali.

Batuk berdarah memang dapat muncul pada kondisi tertentu, tetapi tanda itu tidak eksklusif milik TB karena penyakit lain pun bisa menimbulkannya. Karena itu, Faisal menekankan pemeriksaan medis tetap dibutuhkan untuk memastikan diagnosis.

Setelah seseorang didiagnosis TB, anggota keluarga dan kontak erat juga perlu menjalani pemeriksaan untuk mengetahui kemungkinan penularan.

Faisal menyarankan warga yang batuk berkepanjangan, apalagi disertai berat badan turun, demam, atau mudah lelah, agar segera ke puskesmas, rumah sakit, atau dokter praktik.

Gejala saja belum cukup untuk memastikan seseorang terinfeksi TB, sehingga pemeriksaan tetap diperlukan.