Ilustrasi - (foto by Freepik)

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Pakar kesehatan memperingatkan masyarakat bahwa proses penuaan dini tidak hanya dipicu oleh faktor genetik atau kurangnya perawatan kulit, melainkan akumulasi dari kebiasaan buruk sehari-hari.

Para ahli kini menekankan pentingnya menjaga healthspan—masa hidup dengan kesehatan optimal—daripada sekadar mengejar umur panjang.

Ahli bedah rekonstruksi, Pablo Prichard, mengungkapkan bahwa gaya hidup modern seringkali tanpa disadari mempercepat penuaan biologis pada hampir seluruh sistem organ manusia.

Berikut adalah enam kebiasaan yang diidentifikasi oleh para ahli medis sebagai pemicu utama penuaan dini:

1. Gaya Hidup Sedenter (Terlalu Banyak Duduk)

Duduk terlalu lama di meja kerja maupun sofa terbukti memicu resistansi insulin, gangguan sirkulasi darah, dan penurunan fungsi otak.

Para ahli menyarankan aktivitas fisik ringan, seperti berjalan kaki selama 2 hingga 5 menit setiap 30 menit, guna menjaga metabolisme tetap stabil.

2. Paparan Stres Kronis

Stres berkelanjutan memicu kadar kortisol tetap tinggi dalam tubuh. "Kondisi ini mempercepat hilangnya massa otot, disfungsi imun, hingga penuaan kulit," ujar Prichard.

Relaksasi singkat, meditasi, dan sosialisasi menjadi langkah mitigasi yang direkomendasikan.

3. Defisit Waktu Tidur

Peneliti demensia, Julia Cooney, menyebutkan bahwa kurang tidur dapat meningkatkan risiko kematian hingga 15%.

Tidur berfungsi sebagai mekanisme perbaikan sistemik yang memengaruhi hormon dan pemulihan otot. Kurangnya jam istirahat secara signifikan menghambat regenerasi sel tubuh.

4. Kelalaian Membersihkan Riasan Wajah

Ahli neuroradiologi, Kavin Mistry, menekankan bahwa tidur dengan sisa makeup mengganggu proses pembaruan kulit yang paling intensif di malam hari.

"Penyumbatan permukaan kulit menyebabkan peradangan dan munculnya tanda penuaan dini," jelas Mistry dalam laporannya di laman Health.

5. Dehidrasi Kronis

Dehidrasi ringan yang terjadi terus-menerus berdampak fatal pada penyusutan jaringan otak dan fungsi detoksifikasi.

Mistry menyarankan konsumsi air putih dengan tambahan sedikit garam laut dan lemon di pagi hari untuk menjaga konsentrasi serta kelembapan organ dalam.

6. Penggunaan Headphone Berlebih

Selain risiko gangguan pendengaran, penggunaan headphone dalam durasi lama memicu attention fatigue (kelelahan perhatian) dan gangguan aliran darah ke otak.

Dampaknya, pikiran menjadi kabur sekaligus risiko kerusakan tulang punggung meningkat. Jadi, batasi waktu penggunaan headphone untuk menjaga kesehatan otak dan tubuh.

Para ahli berkesimpulan bahwa intervensi dini terhadap kebiasaan-kebiasaan tersebut jauh lebih efektif dalam menjaga penampilan dan kualitas hidup dibandingkan penggunaan produk anti-aging mahal di kemudian hari.

Sumber: CNN