Sering Kram Kaki saat Tidur? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya
Ilustrasi - (foto by Pexels)
CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Pernahkah Anda terbangun di tengah malam gara-gara rasa nyeri tajam yang mendadak menancap di area betis, paha, atau telapak kaki? Kejadian semacam ini dikenal sebagai nocturnal leg cramps alias kram kaki saat tidur.
Sensasi cenat-cenutnya memang biasanya hanya berlangsung dari hitungan detik hingga beberapa menit, tetapi sisa rasa pegalnya acap kali tertinggal dan merusak kualitas tidur nyenyak Anda.
Meski pemicu utamanya terkadang sulit ditebak, ada beberapa faktor risiko yang paling sering menjadi biang kerok di balik ketegangan otot mendadak ini:
1. Otot mengalami kelelahan
Aktivitas fisik ekstra—seperti olahraga berintensitas tinggi atau berdiri seharian penuh—bisa memicu kelelahan hebat pada otot kaki. Efeknya, otot berpotensi berkontraksi tanpa kendali saat tubuh justru sedang beristirahat.
2. Kurang cairan tubuh
Dehidrasi bukan cuma bikin haus, tapi juga mengacaukan fungsi kerja otot dan saraf. Kurangnya cairan tubuh mengganggu keseimbangan elektrolit penting seperti natrium, kalium, dan magnesium, yang pada akhirnya meningkatkan risiko otot mendadak "terkunci".
3. Posisi tidur tertentu
Tanpa disadari, gaya tidur kita bisa ikut andil. Ketika telapak kaki menekuk ke bawah dalam jangka waktu lama saat terlelap, otot betis berada dalam kondisi tegang sehingga lebih rentan memicu kram.
4. Bertambahnya usia
Keluhan kram malam hari makin sering menghampiri kelompok usia dewasa dan lansia. Hal ini sejalan dengan penurunan massa otot, perubahan fungsi saraf, hingga pergeseran sistem metabolisme tubuh seiring bertambahnya umur.
5. Kondisi kesehatan tertentu
Hati-hati jika kram sudah kerap berulang. Kondisi ini bisa jadi sinyal underlying medical condition seperti gangguan ginjal, diabetes, tiroid, anemia, hingga masalah saraf. Jika dampaknya sudah sangat mengganggu, penanganan dari medis tentu diperlukan.
Langkah Pertolongan Pertama Saat Kram
Begitu kram mendadak menyerang di tengah lelapnya malam, jangan panik. Coba lakukan beberapa langkah praktis berikut untuk meredakan nyerinya:
1. Lakukan peregangan otot secara perlahan, terutama dengan menarik jari-jari kaki ke arah tubuh.
2. Pijat lembut area otot yang mengeras agar perlahan kembali rileks.
3. Coba berdiri dan berjalan pelan-pelan untuk membantu mengendurkan otot.
4. Aplikasikan kompres hangat pada titik kram untuk meredakan ketegangan.
5. Cukupi kebutuhan cairan harian agar tubuh terhidrasi dengan baik.
Mencegah Sebelum Terjadi
Mencegah tentu jauh lebih nyaman daripada terbangun kesakitan. Anda bisa meminimalisasi risiko kram berulang dengan membiasakan peregangan kaki ringan sebelum tidur.
Selain itu, Anda juga harus menjaga asupan cairan, tetap aktif bergerak lewat olahraga ringan, serta menghindari posisi tidur yang membuat otot kaki tertekuk terlalu tegang.
Menunjang keseharian dengan alas kaki yang nyaman dan konsisten menerapkan pola hidup sehat juga sangat efektif menjaga kebugaran otot Anda.
Jika kram kaki terjadi terlalu sering, berdurasi lama, atau mulai disertai pembengkakan, rasa mati rasa, kelemahan otot, hingga perubahan warna kulit, ada baiknya Anda segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan diagnosis yang tepat.
Sumber: ANTARA
