Bukan Bulan Biru, Ini Fakta Blue Moon yang Terjadi 31 Mei

Ilustrasi Blue Moon - (foto by Space)

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Nama "Blue Moon" sering kali menimbulkan anggapan bahwa Bulan akan berubah warna menjadi biru. Padahal fenomena ini memiliki makna yang berbeda dalam dunia astronomi. Merangkum laman resmi Institut Teknologi Bandung, berikut 7 fakta menarik tentang Blue Moon yang perlu diketahui.

1. Blue Moon Adalah Purnama Kedua dalam Satu Bulan

Blue Moon merupakan istilah untuk bulan purnama kedua yang terjadi dalam satu bulan Masehi yang sama. 

Pada Mei 2026, purnama pertama berlangsung pada 2 Mei, sedangkan purnama kedua terjadi pada 31 Mei. Inilah yang membuat purnama akhir Mei disebut Blue Moon.

2. Terjadi karena Siklus Bulan dan Kalender Tidak Sama

Fenomena ini muncul akibat perbedaan antara siklus purnama dan panjang bulan dalam kalender Masehi. 

Siklus purnama berlangsung sekitar 29,5 hari, sedangkan satu bulan kalender bisa mencapai 30 atau 31 hari. Kondisi tersebut memungkinkan dua kali purnama terjadi dalam satu bulan.

3. Bulan Bukan Berwarna Biru

Meski bernama Blue Moon, Bulan tidak akan berubah menjadi biru. Pada 31 Mei 2026, penampakannya tetap seperti bulan purnama biasa. 

Warna, ukuran, dan tingkat kecerahannya tidak berbeda dari purnama pada umumnya.

4. Bulan Biru Terjadi karena Efek Atmosfer

Dalam kondisi tertentu, Bulan memang dapat terlihat kebiruan. Hal ini biasanya dipengaruhi oleh partikel-partikel besar di atmosfer, misalnya setelah letusan gunung berapi. Namun, fenomena tersebut tidak memiliki hubungan dengan istilah Blue Moon yang digunakan dalam astronomi modern.

5. Istilah Blue Moon Berasal dari Tradisi Penamaan Purnama

Masyarakat Amerika sejak lama memiliki tradisi memberi nama pada bulan purnama berdasarkan musim atau peristiwa tertentu. 

Dari tradisi tersebut kemudian muncul berbagai istilah populer, termasuk Blue Moon. Seiring waktu, istilah ini semakin dikenal luas dan digunakan untuk menyebut purnama kedua dalam satu bulan kalender.

6. Tidak Terjadi Setiap Tahun

Blue Moon tergolong fenomena yang cukup jarang, tetapi bukan peristiwa langka. Secara rata-rata, Blue Moon dapat terjadi sekitar tujuh kali dalam periode 19 tahun. Karena tidak berkaitan dengan musim tertentu, fenomena ini bisa muncul pada bulan apa saja.

7. Dapat Diamati dengan Mata Telanjang

Masyarakat Indonesia dapat menyaksikan Blue Moon tanpa alat khusus. Puncak purnama terjadi pada 31 Mei 2026 sekitar pukul 15.44 WIB, tetapi Bulan tetap dapat diamati pada malam hari. Seperti purnama biasa, Bulan akan terlihat sejak terbit menjelang Matahari terbenam hingga menjelang pagi.