Ancaman Tersembunyi di Balik Konsumsi Obat Pereda Nyeri

Ilustrasi - (foto by Unsplash)

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Kebiasaan mengonsumsi obat pereda nyeri (painkiller) saat mengalami keluhan ringan seperti sakit kepala ternyata menyimpan risiko serius bagi kesehatan ginjal.

Para ahli medis kini mulai menyoroti penggunaan obat bebas tanpa pengawasan yang dinilai sudah menjadi ancaman kesehatan yang tidak terlihat namun mengkhawatirkan.

Ahli nefrologi dari Rumah Sakit Spesialis Sahadri, Dr. Manan Doshi, mengungkapkan bahwa kelompok Obat Antiinflamasi Nonsteroid (NSAID) menjadi penyebab utama kerusakan organ vital tersebut.

Jenis obat yang paling sering dikonsumsi masyarakat dalam kategori ini meliputi diclofenac, ibuprofen, dan naproxen.

Menurut Dr. Manan, obat-obatan ini bekerja dengan cara menghambat prostaglandin, yakni zat kimia tubuh yang berfungsi menjaga aliran darah ke ginjal tetap optimal.

Ketika jalur ini terganggu, aliran darah ke ginjal akan menurun drastis. Dampaknya tidak main-main; Cedera Ginjal Akut atau Acute Kidney Injury dapat terjadi hanya dalam hitungan hari.

“Kelegaan jangka pendek dari rasa nyeri bisa saja dibayar mahal dengan gangguan serius pada organ vital,” ujar Dr. Manan sebagaimana dilaporkan oleh Hindustan Times, Jumat (1/5).

Kondisi ini menjadi jauh lebih berbahaya jika seseorang mengalami fenomena yang dikenal dalam dunia nefrologi sebagai “triple whammy”.

Hal ini terjadi ketika seseorang mengombinasikan obat pereda nyeri dengan obat diuretik dan obat tekanan darah (seperti telmisartan atau enalapril).

Secara terpisah, obat-obat tersebut mungkin hanya sedikit memengaruhi ginjal, namun jika dikonsumsi bersamaan, efeknya akan memberikan tekanan mendadak yang dapat memicu kerusakan permanen.

Risiko ini meningkat tajam bagi individu yang memiliki penyakit penyerta seperti diabetes, hipertensi, atau mereka yang sudah memiliki fungsi ginjal yang tidak optimal.

Sebagai langkah pencegahan, masyarakat diimbau untuk selalu menggunakan dosis efektif terendah dalam durasi sesingkat mungkin.

Dr. Manan menegaskan agar pasien dengan riwayat penyakit kronis menghindari penggunaan NSAID tanpa saran medis.

Jika nyeri menetap lebih dari tiga hingga lima hari, langkah yang tepat adalah memeriksakan diri ke dokter daripada terus menambah dosis obat secara mandiri.

Sumber: ANTARA