7 Cara Sehat Olah Daging Kurban Agar Tak Picu Kolesterol

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Momentum Idul Adha identik dengan hidangan daging kurban yang menggugah selera. Namun, konsumsi daging merah secara berlebihan juga dapat meningkatkan kadar kolesterol jika tidak diolah dengan tepat. 

Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) menyebutkan bahwa asupan lemak jenuh perlu dibatasi karena dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan gangguan pembuluh darah.

Agar tetap sehat saat menikmati olahan daging kurban, berikut beberapa tips yang bisa diterapkan di rumah yang dirangkum dari berbagai sumber.

1. Pilih Bagian Daging yang Minim Lemak

Bagian daging yang mengandung banyak lemak jenuh berpotensi memicu kenaikan kolesterol jahat (LDL). Karena itu, pilih potongan daging tanpa gajih berlebih dan hindari jeroan.

Menurut laman kesehatan WHO, lemak jenuh dari produk hewani sebaiknya dibatasi dan diganti dengan sumber lemak yang lebih sehat. )

Sementara itu, laman kesehatan Livestrong menyarankan memilih lean meat atau daging tanpa lemak untuk mengurangi asupan lemak jenuh harian.

2. Buang Lemak yang Terlihat Sebelum Dimasak

Langkah sederhana seperti memotong lapisan lemak pada daging ternyata cukup efektif mengurangi kandungan lemak jenuh.

Livestrong menjelaskan bahwa memangkas lemak yang tampak pada permukaan daging dapat membantu menekan kadar lemak dan kolesterol dalam hidangan. 

Cara ini juga membuat olahan daging terasa lebih ringan ketika dikonsumsi.

3. Hindari Menggoreng dengan Banyak Minyak

Metode memasak sangat memengaruhi kandungan lemak pada makanan. Menggoreng daging dengan minyak berlebih dapat meningkatkan jumlah lemak jenuh dan kalori.

WHO merekomendasikan metode memasak seperti merebus atau mengukus dibanding menggoreng untuk membantu mengurangi konsumsi lemak. 

Selain lebih sehat, cara memasak seperti sup, semur tanpa santan, atau daging rebus juga membantu mempertahankan cita rasa alami daging.

4. Batasi Konsumsi Santan dan Jerohan

Banyak olahan daging kurban di Indonesia menggunakan santan kental dan jeroan. Padahal, kombinasi keduanya mengandung lemak jenuh cukup tinggi.

American Heart Association yanv dilansir dalam laman heart.org, menyebut konsumsi lemak jenuh berlebihan dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat dalam darah. 

Karena itu, sebaiknya kurangi menu seperti gulai bersantan pekat atau sate dengan lemak berlebih agar tubuh tetap sehat setelah Idul Adha.

5. Perbanyak Sayur dan Buah Pendamping

Mengonsumsi daging sebaiknya diimbangi dengan makanan tinggi serat seperti sayuran dan buah.

WHO menyarankan konsumsi buah, sayur, dan biji-bijian utuh untuk membantu menjaga kesehatan jantung dan mengontrol kadar lemak dalam tubuh.

Serat membantu tubuh mengontrol penyerapan kolesterol sehingga kadar lemak darah tetap stabil.

6. Perhatikan Porsi Makan

Meski daging kurban tersedia melimpah, konsumsi tetap perlu dibatasi agar tubuh tidak kelebihan lemak jenuh.

Livestrong menyarankan konsumsi daging merah dalam jumlah moderat dan tidak berlebihan setiap minggu.

Makan secukupnya jauh lebih aman dibanding “balas dendam” makan daging selama momen Idul Adha.

7. Simpan Daging dengan Cara yang Benar

Penyimpanan yang tepat membantu menjaga kualitas daging dan mencegah pertumbuhan bakteri.

Daging sebaiknya dipisahkan dalam beberapa porsi kecil sebelum disimpan di freezer. Cara ini membuat daging lebih praktis digunakan sekaligus menjaga kualitasnya tetap baik.

Selain itu, hindari mencairkan dan membekukan ulang daging karena dapat menurunkan kualitas serta meningkatkan risiko kontaminasi.