Orang Tua Wajib Tahu, 5 Tips Jitu Agar Anak Gemar Menabung
Ilustrasi - (foto by freepik)
CELEBESMEDIA.ID, Makassar – Kebiasaan menabung sebaiknya dikenalkan kepada anak sejak usia dini. Selain membantu mereka memahami nilai uang, kebiasaan tersebut juga dapat membentuk sikap disiplin, sabar, dan mampu membuat keputusan keuangan yang lebih baik ketika dewasa.
Lembaga internasional seperti OECD (Organisation for Economic Co-operation and Development) menilai literasi keuangan merupakan keterampilan penting yang perlu dibangun sejak anak-anak.
OECD menyebut kemampuan memahami konsep keuangan sejak dini membantu seseorang mengambil keputusan finansial yang lebih baik sepanjang hidupnya.
Berikut lima cara yang dapat diterapkan orang tua untuk membiasakan anak gemar menabung.
1. Kenalkan Perbedaan Kebutuhan dan Keinginan
Langkah pertama adalah mengajarkan anak membedakan kebutuhan dengan keinginan. Orang tua dapat menggunakan contoh sederhana saat berbelanja, misalnya menjelaskan bahwa makanan termasuk kebutuhan, sedangkan mainan baru merupakan keinginan yang bisa ditunda.
Pemahaman tersebut membantu anak belajar menyusun prioritas sebelum mengeluarkan uang. OECD menilai pengenalan konsep dasar keuangan sejak dini menjadi fondasi penting dalam membangun literasi finansial.
2. Buat Target Menabung yang Jelas
Anak akan lebih bersemangat menabung jika memiliki tujuan yang ingin dicapai, misalnya membeli buku, sepeda, atau mainan favorit.
Lembaga Consumer Financial Protection Bureau (CFPB) di Amerika Serikat menyarankan orang tua membantu anak menetapkan tujuan menabung dan memecahnya menjadi target kecil agar lebih mudah dicapai.
3. Berikan Uang Saku Secara Bertahap
Memberikan uang saku secara berkala dapat menjadi sarana belajar mengelola keuangan.
Biarkan anak menentukan sendiri apakah uang tersebut akan dibelanjakan atau disimpan. Ketika mereka melakukan kesalahan kecil dalam mengatur uang, pengalaman itu justru menjadi bagian dari proses belajar yang berharga.
4. Jadilah Contoh dalam Mengelola Keuangan
Anak cenderung meniru kebiasaan orang tuanya. Karena itu, membiasakan menabung, berdiskusi mengenai anggaran keluarga, serta menghindari belanja impulsif dapat menjadi pembelajaran nyata.
Hasil PISA 2022 yang dirilis OECD menunjukkan siswa yang rutin berdiskusi mengenai pengeluaran dengan orang tuanya memiliki kemampuan literasi keuangan yang lebih baik dibandingkan mereka yang jarang melakukannya.
5. Berikan Apresiasi atas Kebiasaan Menabung
Apresiasi tidak selalu berupa uang tambahan. Pujian, kesempatan memilih kegiatan keluarga, atau hadiah sederhana setelah target tercapai dapat menjadi motivasi bagi anak untuk terus menabung.
CFPB juga menganjurkan orang tua membantu anak melihat perkembangan tabungannya secara berkala agar mereka memahami manfaat menyisihkan uang sedikit demi sedikit.
Mengajarkan anak menabung bukan hanya tentang menyimpan uang, tetapi juga membangun karakter. Melalui kebiasaan tersebut, anak belajar mengenai kesabaran, tanggung jawab, perencanaan, dan pentingnya membuat keputusan yang bijak.
Sumber: OECD/CFPB
