Bukan Malas, Ini Alasan Ilmiah Mengantuk Setelah Makan

Ilustrasi menguap - (foto by freepik/ Kompas)

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Rasa kantuk yang muncul setelah makan siang sering dianggap sebagai hal wajar, bahkan kerap dikaitkan dengan kebiasaan malas di siang hari. 

Fenomena “food coma” atau kantuk setelah makan siang bukan sekadar kebiasaan, melainkan respons biologis 

Lalu, apa sebenarnya yang menyebabkan tubuh terasa lemas dan mengantuk setelah makan siang?

  • Perubahan Hormon

Setelah makan, tubuh akan mengalami peningkatan kadar gula darah. Hal ini memicu pelepasan hormon insulin yang membantu sel menyerap glukosa.

Namun, proses ini juga berdampak pada produksi hormon lain. Mengutip laman kesehatan KlikDokter, peningkatan insulin membantu asam amino triptofan masuk ke otak, yang kemudian diubah menjadi serotonin dan melatonin, dua hormon yang berkaitan dengan rasa rileks dan kantuk. 

Serotonin berperan dalam mengatur suasana hati, sementara melatonin dikenal sebagai hormon tidur. Kombinasi keduanya membuat tubuh lebih mudah merasa mengantuk setelah makan.

  • Energi Tubuh Dialihkan ke Sistem Pencernaan

Selain faktor hormon, tubuh juga mengalihkan energi ke sistem pencernaan. Proses mencerna makanan membutuhkan energi besar, terutama jika makanan tinggi karbohidrat dan lemak.

Menurut penjelasan kesehatan yang dirangkum dari Healthline, tubuh “menggunakan banyak energi untuk mencerna asupan” sehingga energi untuk aktivitas lain berkurang.

Akibatnya, tubuh terasa lemas dan otak menjadi kurang fokus, memicu rasa kantuk.

  • Aliran Darah Berubah

Setelah makan, aliran darah cenderung meningkat ke saluran pencernaan. Mengutip Kompas.com, hal ini menyebabkan suplai darah ke otak sedikit berkurang, yang turut memicu rasa lelah dan mengantuk.

Meski tidak signifikan secara ekstrem, perubahan ini cukup untuk membuat tubuh merasa lebih santai dan ingin beristirahat.

  • Pengaruh Jenis dan Porsi Makanan

Jenis makanan juga memainkan peran penting. Makanan tinggi karbohidrat dan protein cenderung lebih cepat memicu kantuk dibanding makanan ringan.

Dalam laman Kompas Health dijelaskan makan dalam porsi besar membuat tubuh bekerja lebih keras dalam proses pencernaan, sehingga rasa kantuk semakin kuat.

  • Ritme Sirkadian

Faktor lain yang sering diabaikan adalah ritme sirkadian, yaitu jam biologis tubuh. Secara alami, tubuh manusia mengalami penurunan energi di siang hari, terutama setelah makan.

Penurunan ini membuat rasa kantuk semakin terasa, terutama jika dikombinasikan dengan proses pencernaan dan perubahan hormon.