Sutradara Film ‘Uang Panai’ Pandu Pertemuan dan Diskusi Komunitas Kreatif Makassar

Diskusi komunitas Makassar

CELEBESMEDIA.ID, MakassarMakassar Creative City Network (MCCN) merangkul komunitas kreatif di Makassar dalam Meet Up dan Diskusi Akhir Tahun Komunitas Makassar di Warunk Upnormal, Jalan Andi Djemma, Jumat (21/12/2018) malam. Kegiatan ini dihadiri sekitar 80 pelaku kreatif dan penggiat komunitas.

Kegiatan yang dipandu oleh Asril Sani yang sutradara film “Uang Panai” dan juga aktif di berbagai komunitas ini. Pertemuan itu makin seru dengan hadirnya Fiki Satari, Ketua Indonesia Creative City Network.

Kang Fiki, sapaan akrabnya, menekankan perlunya komunitas di Indonesia, termasuk Makassar, untuk memiliki spirit bergerak bersama dalam mewujudkan tujuan dan kepentingan bersama.

“Kami sangat senang melihat antusias anak muda Makassar yang mereka tunjukkan malam ini,” kata Ketua Panitia Meet Up dan Diskusi Akhir Tahun Komunitas Makassar, Vby Utami.

Dalam diskusi ini, peserta memberikan masukan dan harapannya untuk MCCN dalam mendukung kegiatan komunitas kreatif di Makassar. Salah satunya sebagai penyambung komunikasi kepada pemerintah agar ikut mendukung setiap kegiatan yang digelar komunitasnya.



MCCN merupakan jejaring para pegiat komunitas dan pelaku kreatif di Makassar. MCCN terbentuk untuk menjadi wadah yang menaungi para pelakuk reatif dan pegiat komunitas di Makassar sehingga bisa berkolaborasi dan berkarya demipengembangan Makassar dalam bidang kreatif.

“Salah satu peran yang akan diambil oleh MCCN, sebagai contoh, adalah menyediakan fasilitas dan sarana pendukung untuk komunitas saat berkegiatan. Misalnya menyediakan sound system, LCD projector, dan lain sebagainya,” kata Ketua MCCN, Ashari Ramadhan Rivai.

“MCCN juga bisa membantu komunitas yang belum memiliki badan hukum yang ingin bekerja sama dengan pihak lain yang mensyaratkan legalitas komunitas dalam kerja sama mereka,” tambah Rama, sapaan akrabnya.

Salah satu kegiatan yang digagas MCCN adalah Pesta Komunitas Makassar (PKM). Kegiatan para komunitas ini sudah berlangsung sejak 2014 lalu dan digelar setiap tahun. Bahkan tahun 2018 lalu, sebanyak 365 komunitas yang berpartisipasi.

Jumlah komunitas yang besar ini tentu merupakan sebuahpotensi besar untuk ikut mengubah wajah Makassar menjadi kota yang lebih dikenal sebagai kota anak muda yang kreatif. (*)