Kisah Ali Malaka, Pejuang Sulsel di Balik Nama Jalan Makassar
Jalan Ali Malaka - (int)
CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Bagi warga Makassar, Jalan Ali Malaka merupakan salah satu ruas jalan di kawasan Kecamatan Ujung Pandang. Namun, nama tersebut bukan sekadar penanda lokasi.
Di baliknya terdapat kisah seorang pejuang yang terlibat dalam pergerakan mempertahankan kemerdekaan di Sulawesi Selatan.
Pemerintah Kota Makassar mencatat Jalan Ali Malaka sebagai salah satu ruas jalan kolektor sekunder yang berada di Kecamatan Ujung Pandang.
Nama itu tercantum dalam Peraturan Daerah Kota Makassar Nomor 7 Tahun 2024 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Makassar 2024-2043.
Ali Malaka dikenal sebagai salah satu tokoh dalam jaringan perjuangan bersenjata di Sulawesi Selatan pada masa revolusi.
Arsip sejarah yang diterbitkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mencatat namanya dalam pertemuan para pimpinan kelaskaran di Komara, Polombangkeng, pada Juli 1946. Ia hadir sebagai wakil Gerakan Tanete atau GAPIS Soppeng.
Dalam struktur organisasi kelaskaran yang kemudian tergabung dalam LAPRIS, nama Ali Malaka juga tercatat mengemban tugas pada bagian intelijen.
Dokumen sejarah tersebut menempatkannya sebagai bagian dari jaringan perjuangan yang menghubungkan berbagai kelompok kelaskaran di Sulawesi Selatan.
Periode itu merupakan salah satu masa paling kelam dalam sejarah Sulawesi Selatan.
Pasukan Belanda di bawah pimpinan Raymond Westerling melancarkan operasi militer yang menargetkan kelompok-kelompok yang dianggap mendukung Republik Indonesia.
Pemerintah Kabupaten Bone, dalam catatan sejarah peristiwa korban 40 ribu jiwa, menyebut Ali Malaka dan Wolter Monginsidi termasuk tokoh yang diburu dalam operasi tersebut di kawasan Makassar.
Nama Ali Malaka kemudian melekat dalam ingatan sejarah perjuangan di Sulawesi Selatan.
Berbagai sumber sejarah lokal menyebut dirinya sebagai salah satu pejuang yang menjadi sasaran operasi pasukan Belanda pada masa tersebut.
Kisah hidupnya juga memperlihatkan bagaimana perjuangan kemerdekaan di Sulawesi Selatan tidak hanya digerakkan oleh tokoh-tokoh yang kemudian dikenal luas secara nasional.
Di tingkat daerah, terdapat jaringan pemuda dan kelaskaran yang bergerak secara terpisah tetapi memiliki tujuan yang sama: mempertahankan kemerdekaan dan menolak kembalinya kekuasaan kolonial.
Kini, jejak nama Ali Malaka masih dapat ditemukan dalam lanskap Kota Makassar.
Jalan yang menggunakan namanya berada di Kecamatan Ujung Pandang, berdampingan dengan sejumlah ruas jalan yang juga memakai nama tokoh sejarah Sulawesi Selatan.
Dengan demikian, setiap kali nama Jalan Ali Malaka disebut, ada bagian dari sejarah perjuangan Sulawesi Selatan yang ikut diingat.
Seorang tokoh pergerakan yang namanya tercatat dalam sejarah kelaskaran dan kemudian diabadikan sebagai nama salah satu jalan di Kota Makassar.
