Aroepala, Wali Kota yang Namanya Abadi di Jalan Makassar
Aroepala - (foto by Wikipedia)
CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Setiap hari ribuan kendaraan melintasi Jalan Aroepala, ruas yang menghubungkan Makassar dengan Kabupaten Gowa. Tidak banyak pengguna jalan yang tahu siapa sosok di balik namanya.
Namanya merujuk pada H. Aroepala, yang lahir di Selayar pada 10 Juli 1910 dan tercatat sebagai Wali Kota Makassar ke-11 pada era Republik Indonesia.
Sumber resmi Pemerintah Kota Makassar mencatat masa jabatannya 1961 hingga 1965, sedangkan sejumlah daftar lain menyebut 1962. Ejaan namanya juga beragam. Ada yang menulis Arupala, ada pula Aroeppala.
Dikutip dari berbagai sumber, kebijakannya menyasar banyak sektor, mulai dari pendidikan, penataan administrasi, hingga retribusi pajak. Jejaknya di dunia pendidikan tinggi paling terlihat.
Pada pertengahan 1960-an, Pemerintah Daerah Sulawesi Selatan dan Tenggara bersama Wali Kota Aroepala sepakat mengintegrasikan Fakultas Syariah UMI menjadi Fakultas Syariah IAIN Sunan Kalijaga Cabang Makassar pada 7 November 1964.
Langkah itu menjadi cikal bakal lembaga yang kemudian lahir sebagai IAIN Alauddin. Institut itu berdiri pada 10 November 1965, bertepatan dengan Hari Pahlawan.
Ketika IAIN Alauddin berdiri, Aroepala dipercaya memimpinnya. Ia tercatat sebagai kuasa atau pejabat rektor pertama pada 1965 hingga 1968.
Institusi itu kini dikenal sebagai Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, dengan kampus utama di Samata, Gowa. Di luar daerah, ia sempat duduk sebagai anggota DPR-MPR periode 1966-1971.
Pengabadian namanya sebagai nama jalan sebenarnya bukan hal baru. Namun ruas yang kini dikenal sebagai Jalan Aroepala dahulu bernama lain.
Pada 2019, Jalan Hertasning Baru berganti nama menjadi Jalan Aroepala. Nama lama itu dipakai karena ruasnya tersambung langsung dengan Jalan Letjen Hertasning.
Di balik papan namanya ada riwayat seorang wali kota yang ikut meletakkan dasar pendidikan tinggi Islam di Sulawesi Selatan.
