Hamas Setuju Bebaskan 10 Sandera Israel demi gencatan senjata
CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Kelompok perlawanan Palestina,
Hamas pada Rabu (9/7) malam, setuju membebaskan 10 warga Israel yang disandera
sebagai bagian dari upaya mencapai kesepakatan gencatan senjata di Jalur Gaza.
Mereka mengatakan terus berusaha memastikan putaran
perundingan yang sedang berlangsung "mencapai kesepakatan komprehensif
yang mengakhiri agresi" Israel terhadap rakyat Palestina, menjamin
masuknya bantuan kemanusiaan dengan aman, dan "meringankan penderitaan yang
kian parah di Jalur Gaza."
"Gerakan ini (Hamas) telah menunjukkan fleksibilitas
yang diperlukan dan menyetujui pembebasan 10 tahanan," kata kelompok itu
dalam sebuah pernyataan.
Meski begitu, sejumlah isu krusial masih dibahas, termasuk
aliran bantuan kemanusiaan, penarikan pasukan Israel dari Jalur Gaza, dan
jaminan konkret atas terciptanya gencatan senjata secara permanen.
Namun, pernyataan Hamas itu belum ditanggapi oleh Israel.
Sebelumnya, lembaga penyiaran publik Israel mengutip sumber
anonim yang menyebut bahwa Israel menunjukkan "fleksibilitas
signifikan" dalam beberapa jam terakhir, khususnya terkait penarikan
pasukan dari poros Morag di Gaza selatan.
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa
pemerintahannya "semakin dekat" dengan kesepakatan gencatan senjata
di wilayah kantong Palestina itu.
Di sisi lain, mantan Kepala Staf Militer Israel, Gadi
Eisenkot, mendesak sang pemimpin, Benjamin Netanyahu, untuk "menanggalkan
sikap keras kepala" dan segera menyelesaikan kesepakatan demi pembebasan
para sandera dan tercapainya gencatan senjata permanen, menurut laporan Channel
7 Israel.
Pada Selasa malam, Trump bertemu Netanyahu untuk kedua
kalinya dalam 24 jam terakhir di Gedung Putih, di mana mereka membahas upaya
gencatan senjata dan pertukaran tawanan.
Delegasi Hamas dan Israel masih melanjutkan perundingan di
Doha, Qatar, untuk mengakhiri perang yang telah menewaskan lebih dari 57.000
warga Palestina sejak Oktober 2023.
Sumber: ANTARA/Anadolu