Trump Klaim Maduro Ditahan di Kapal Perang AS, 40 Orang Tewas

Tangkapan layar unggahan Presiden AS Donald Trump di platform Truth Social yang menampilkan foto Presiden Venezuela Nicolas Maduro yang ditangkap dan berada dalam tahanan AS di atas kapal perang USS I

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, saat ini berada di atas kapal militer Amerika Serikat yang sedang berlayar menuju New York. Pernyataan tersebut disampaikan Trump kepada wartawan pada Sabtu.

“Saat ini, mereka berada di sebuah kapal. Mereka akan menuju, pada akhirnya, New York dan kemudian akan diambil keputusan. Saya kira, antara New York dan Miami atau Florida,” kata Trump.

Trump menegaskan bahwa pemerintah AS memiliki bukti kuat untuk membawa Maduro dan istrinya ke pengadilan.

“Maduro dan (Cilia) Flores telah didakwa di Distrik Selatan New York oleh Jay Clayton atas kampanye narkoterorisme mematikan mereka terhadap Amerika Serikat dan warga negaranya,” ujar Trump.

Melalui akun Truth Social miliknya, Trump juga mengunggah sebuah foto yang diklaim menampilkan Maduro dalam tahanan AS di atas kapal perang USS Iwo Jima. Dalam gambar tersebut, Maduro terlihat mengenakan pakaian olahraga, matanya ditutup penutup mata, serta menggunakan headphone di telinganya.

Penggunaan penutup mata dan headphone diduga bertujuan untuk mencegah Maduro mengetahui lokasi keberadaannya maupun memahami situasi di sekitarnya selama perjalanan.

Di tengah klaim penangkapan tersebut, serangan militer Amerika Serikat ke wilayah Venezuela dilaporkan menelan korban jiwa dalam jumlah besar. Sedikitnya 40 orang, termasuk personel militer dan warga sipil, tewas dalam serangan AS pada Sabtu (3/1), menurut laporan New York Times yang mengutip pejabat senior Venezuela.

Sebelumnya, Wakil Presiden Venezuela Delcy Rodriguez menyatakan bahwa serangan tersebut menyebabkan kematian pejabat pemerintah, anggota militer, dan warga sipil.

Trump secara resmi mengumumkan bahwa Amerika Serikat telah melancarkan operasi militer besar-besaran terhadap Venezuela, sekaligus menyebut Maduro dan Cilia Flores telah ditangkap dan diterbangkan keluar negeri.

Media lokal Venezuela melaporkan terjadinya sejumlah ledakan di Caracas dan mengklaim operasi tersebut melibatkan unit elit militer AS, Delta Force. Namun, otoritas Venezuela menyatakan belum mengetahui keberadaan Maduro dan menuntut Washington memberikan bukti bahwa presiden mereka masih hidup.

Sebagai respons, pemerintah Venezuela mengumumkan rencana mengajukan banding ke organisasi internasional dan mendesak Dewan Keamanan PBB menggelar rapat darurat terkait serangan tersebut.

Sementara itu, Rusia menyatakan solidaritas dengan rakyat Venezuela. Kementerian Luar Negeri Rusia menyebut Moskow sangat prihatin atas laporan bahwa Maduro dan istrinya dipaksa meninggalkan negara mereka akibat agresi Amerika Serikat, serta menyerukan pembebasan keduanya dan pencegahan eskalasi konflik lebih lanjut.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti