Serangan Udara Israel di Lebanon Tewaskan 254 Orang

Asap mengepul di atas kawasan permukiman setelah serangan Israel di Beirut, Lebanon pada Rabu (8/4/2026) - (foto by ANTARA/Anadolu)

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Militer Israel kembali melancarkan gelombang serangan udara yang menyasar kawasan Dahiyeh di pinggiran selatan Beirut serta sejumlah wilayah di Lebanon pada Rabu (8/4).

Serangan ini tercatat sebagai eskalasi terbesar sejak pecahnya konflik antara Israel dan Hizbullah pada awal Maret lalu.

Koresponden Anadolu melaporkan ledakan hebat mengguncang ibu kota, disertai kepulan asap tebal dari lokasi target.

Tentara Israel mengklaim telah membombardir lebih dari 100 titik di Beirut, Lembah Beqaa, dan Lebanon selatan hanya dalam kurun waktu 10 menit.

Menteri Kesehatan Lebanon, Rakan Nassereddine, mengutuk keras serangan tersebut dan menyebutnya sebagai agresi berbahaya terhadap warga sipil.

"Kami menghadapi eskalasi berbahaya; agresi Israel dengan lebih dari 100 serangan udara menargetkan warga sipil tak berdosa di Beirut, Dahiyeh, Bekaa, Gunung Lebanon, dan wilayah selatan," ujar Nassereddine kepada Al Jazeera.

Berdasarkan laporan terkini, jumlah korban tewas akibat serangan tersebut mencapai sedikitnya 254 jiwa, dengan 92 korban jiwa di antaranya terkonfirmasi di wilayah Beirut.

Agresi udara ini terjadi secara mendadak, hanya berselang satu hari setelah Iran dan Amerika Serikat mengumumkan kesepakatan gencatan senjata selama dua pekan pada Selasa (7/4).

Gencatan senjata tersebut awalnya diharapkan menjadi pintu masuk menuju perdamaian permanen guna mengakhiri konflik yang berlangsung sejak akhir Februari.

Dampak konflik ini kini merembet ke skala global. Selain jatuhnya korban jiwa dalam jumlah besar, sektor penerbangan internasional dilaporkan mengalami gangguan serius. 

Ketegangan ini juga memicu krisis energi dunia menyusul langkah Iran yang membatasi lalu lintas kapal di Selat Hormuz sebagai bentuk tindakan balasan atas agresi militer AS-Israel.

Sumber: ANTARA/Anadolu