Ilustrasi bendera AS dan Irak - (int)

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperingatkan Iran bahwa Washington tengah memasuki fase penentuan dalam perang yang telah berlangsung berbulan-bulan.

Trump mengatakan opsi serangan militer terhadap Iran masih berada di atas meja jika Teheran tidak mengubah sikapnya.

Dalam wawancara dengan Fox News, Minggu (20/9), Trump mengatakan dirinya berada dalam fase “deciding mode” terkait langkah berikutnya terhadap Iran.

Ia juga memperingatkan bahwa “hal-hal yang sangat besar” akan terjadi dalam waktu dekat.

Trump menyebut terdapat tiga pilihan utama yang sedang dipertimbangkan Amerika Serikat, yakni mencapai kesepakatan dengan Iran, melanjutkan tekanan hingga ekonomi Iran semakin terpuruk, atau mengambil tindakan militer terhadap negara tersebut.

“Pertanyaannya adalah apakah dan kapan saya akan menghancurkan seluruh negara itu? Mereka sebaiknya menjaga sikap,” ujar Trump seperti dilaporkan Fox News.

Pernyataan tersebut menandai kembali munculnya ancaman eskalasi militer dari Washington di tengah kebuntuan antara kedua negara.

Reuters melaporkan Trump sebelumnya juga berulang kali mengisyaratkan kemungkinan peningkatan operasi militer, meski langkah tersebut belum diwujudkan dalam skala besar.

Ketegangan semakin meningkat setelah Iran menyatakan memperoleh informasi bahwa Amerika Serikat tengah mempersiapkan serangan baru.

Komando militer Iran kemudian memperingatkan bahwa setiap serangan baru akan dibalas dengan serangan terhadap kepentingan dan pangkalan Amerika Serikat di kawasan.

Di sisi lain, jalur diplomasi belum sepenuhnya tertutup. Trump mengatakan dirinya terbuka untuk kemungkinan bertemu Presiden Iran Masoud Pezeshkian ketika keduanya berada di New York untuk menghadiri Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pekan ini.

Iran sebelumnya telah menyampaikan sejumlah syarat kepada Washington sebagai dasar untuk kembali membuka perundingan.

Di antaranya penghentian perang di seluruh front, pembebasan aset Iran yang dibekukan, serta diakhirinya blokade laut Amerika Serikat.

Situasi juga diperumit oleh meningkatnya ketegangan di kawasan setelah kelompok Houthi di Yaman melancarkan serangan rudal dan drone ke wilayah Arab Saudi.

Serangan tersebut menambah tekanan terhadap jalur perdagangan dan energi di kawasan Timur Tengah.

Dengan ancaman operasi militer kembali mengemuka dan diplomasi masih terbuka, keputusan Trump dalam beberapa hari ke depan berpotensi menentukan arah konflik Washington-Teheran yang telah berlangsung selama berbulan-bulan.

Sumber: ANTARA/Anadolu