Sepakati Gencatan Senjata AS, Iran Buka Selat Hormuz
CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Eskalasi militer di Timur Tengah
mulai menunjukkan tanda-tanda de-eskalasi setelah Dewan Keamanan Nasional
Tertinggi Iran secara resmi menyetujui gencatan senjata selama 14 hari. Langkah
besar ini diambil menyusul puncak ketegangan yang terjadi sepanjang pekan ini.
Melansir laporan PBS News pada Rabu (8/4/2026), Teheran
menyatakan kesiapannya untuk membuka ruang dialog dengan Amerika Serikat.
Pertemuan kedua belah pihak dijadwalkan berlangsung pada
Jumat (10/4) mendatang di Islamabad, Pakistan.
Meski demikian, pihak Iran memberikan catatan tegas bahwa
kesepakatan ini bersifat sangat kondisional dan belum menjadi akhir dari
perselisihan bersenjata.
“Keputusan ini bukan berarti perang telah berakhir. Kami
tetap dalam posisi siaga penuh. Jika lawan melakukan provokasi sekecil apa pun,
kami akan meresponsnya dengan kekuatan maksimal,” bunyi pernyataan resmi Dewan
Keamanan Nasional Iran.
Perubahan situasi ini dipicu oleh pelunakan sikap Presiden
AS Donald Trump, yang membatalkan ancaman serangan terhadap infrastruktur sipil
di Iran.
Melalui media sosialnya, Trump menyebut proposal 10 poin
yang disodorkan Iran merupakan landasan yang cukup solid untuk memulai proses
negosiasi.
Sebagai bagian dari komitmen sementara, Iran setuju untuk
membuka blokade di Selat Hormuz, yang merupakan jalur distribusi energi dunia
paling krusial.
Namun, Menteri Luar Negeri Iran, Araghchi, menekankan bahwa
jalur tersebut tetap berada di bawah pengawasan ketat militer mereka.
Salah satu poin paling berat dalam tuntutan Iran di meja
perundingan nantinya adalah desakan agar seluruh pasukan tempur Amerika Serikat
ditarik dari pangkalan-pangkalan di kawasan tersebut.
Jika disetujui, hal ini akan mengubah tatanan geopolitik
regional secara signifikan.
Sumber: PBS News
