Korban Militer AS dalam Konflik Iran 838 Orang

Ilustrasi rudal Iran - (foto by Antara)

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Jumlah personel militer Amerika Serikat (AS) yang menjadi korban dalam konflik dengan Iran kini mencapai 838 orang. Angka tersebut mencakup 18 personel yang tewas dan 820 lainnya mengalami luka-luka.

Data itu berdasarkan analisis RIA Novosti terhadap informasi terbaru yang dirilis Departemen Perang AS pada Selasa (8/9).

Pentagon mencatat adanya tambahan 26 personel militer AS yang masuk dalam daftar korban. Penambahan tersebut membuat jumlah personel yang mengalami luka-luka meningkat menjadi 820 orang, sedangkan jumlah korban meninggal dunia tetap berada di angka 18 orang.

Konflik antara AS dan Iran bermula setelah AS bersama Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah sasaran di Iran pada 28 Februari. Iran kemudian merespons dengan melancarkan serangan terhadap kedua negara tersebut.

Situasi sempat menunjukkan tanda-tanda mereda pada pertengahan Juni setelah Teheran dan Washington menandatangani sebuah memorandum yang bertujuan menghentikan permusuhan.

Namun, kesepakatan tersebut tidak sepenuhnya menghentikan ketegangan. Tidak lama setelah memorandum ditandatangani, AS dan Iran kembali terlibat dalam aksi saling serang.

Hingga kini, konflik AS-Iran belum menemukan penyelesaian permanen. Permusuhan juga masih sesekali kembali terjadi di tengah ketegangan yang terus membayangi hubungan kedua negara.

Di sisi lain, Washington memilih memperkuat tekanan ekonomi terhadap Iran sebagai bagian dari upaya untuk mengakhiri konflik. Strategi tersebut dilakukan dengan menambah tekanan finansial terhadap Teheran agar Iran menghadapi beban ekonomi yang lebih besar.

Kondisi ini menunjukkan bahwa eskalasi antara Washington dan Teheran masih menjadi persoalan yang belum sepenuhnya terselesaikan.

Sumber: RIA Novosti/Antara