AS: Israel dan Hizbullah Sepakat Gencatan Senjata
CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Seorang pejabat senior Amerika
Serikat mengatakan Israel dan Hizbullah, kelompok Syiah berbasis di Lebanon,
menyepakati gencatan senjata mulai Jumat (19/6) pukul 16.00 waktu setempat
(20.00 WIB).
Namun, pejabat itu tidak memberikan rincian lebih lanjut
terkait kesepakatan tersebut. Sebagaimana diberitakan ANTARA yang mengutip
Anadolu.
Gencatan senjata disepakati setelah sedikitnya 47 orang
tewas dan sejumlah warga lain terluka dalam serangkaian serangan udara Israel
di Lebanon selatan sejak Jumat pagi.
Empat personel militer zionis Israel juga tewas karena
serangan Hizbullah di Lebanon selatan.
Adapun pada Rabu (17/6), Presiden AS Donald Trump dan
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) Islamabad
secara elektronik guna mengakhiri perang antara AS-Israel dan Iran, serta
menghentikan serangan Israel ke Lebanon.
Sementara itu, dalam wawancara telepon bersama NBC News,
Trump mengaku berbicara dengan otoritas zionis Israel pada Jumat supaya mereka
menyetujui gencatan senjata dengan Hizbullah.
"Hasilnya positif," kata Trump seperti dikutip
wartawan NBC melalui media sosial X.
Meskipun permusuhan masih terjadi antara Israel dan
Hizbullah, Trump menyampaikan kepada NBC News bahwa dia merasa masih baik-baik
saja dengan pemimpin otoritas Israel Benjamin Netanyahu.
"Kau hanya perlu tenang sedikit dan gunakan
otakmu," kata Trump.
Menurut data statistik resmi, serangan militer zionis Israel
di Lebanon sejak 2 Maret menyebabkan 3.912 orang tewas, 11.873 orang terluka,
dan memaksa lebih dari 1 juta warga mengungsi.
Israel masih terus menduduki berbagai titik di Lebanon
selatan, dengan sejumlah wilayah telah diduduki selama beberapa dekade dan
sejumlah lainnya diduduki usai konflik kembali meletus.
Dalam serangan terbaru ke Lebanon, pasukan Israel menerobos perbatasan Lebanon dan masuk hingga 10 kilometer ke dalam wilayah negara tersebut.
