Inggris Izinkan Dukungan Militer untuk Arab Saudi Lawan Houthi
Ilustrasi Houthi vs Arab Saudi - (foto by Chat GPT)
CELBESMEDIA.ID, Makassar — Perdana Menteri Inggris Andy Burnham mengizinkan angkatan bersenjata Inggris memberikan dukungan kepada Arab Saudi dalam menghadapi kelompok Houthi yang menguasai sebagian wilayah utara Yaman. Informasi tersebut dilaporkan oleh jurnalis Bloomberg, Alex Wickham.
Dukungan Inggris diberikan setelah Riyadh mengajukan permohonan bantuan militer di tengah meningkatnya serangan yang dilancarkan kelompok Houthi dari Yaman.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Inggris Ed Miliband juga menyampaikan dukungan kepada Arab Saudi dalam pembicaraan dengan mitranya dari negara tersebut terkait serangan Houthi.
Burnham mengatakan persetujuan yang diberikan Inggris mencakup layanan pengisian bahan bakar di udara yang bersifat defensif.
"Kami telah menerima permohonan dukungan militer dari Kerajaan Arab Saudi, dan atas saran Menteri Pertahanan serta Menteri Luar Negeri, tadi malam saya menyetujui hal tersebut bagi layanan pengisian bahan bakar di udara yang bersifat defensif; itulah kesepakatan yang telah kami berikan," demikian kutipan pernyataan Burnham di platform X sebagaimana dilaporkan Wickham.
Menurut Wickham, Burnham menegaskan bahwa kesepakatan tersebut hanya berlaku sementara. Dukungan Inggris juga disebut terbatas pada aspek pertahanan dan tidak mencakup keterlibatan militer ofensif.
Ketegangan antara Arab Saudi dan kelompok Houthi kembali meningkat setelah kelompok yang berbasis di Yaman tersebut mengumumkan serangan terhadap sejumlah sasaran di wilayah Arab Saudi.
Pada Sabtu (19/9), Houthi menyatakan telah melancarkan serangan rudal terhadap sejumlah target strategis di Riyadh. Mereka juga mengklaim menyerang beberapa fasilitas milik perusahaan minyak Saudi Aramco di wilayah barat Arab Saudi.
Kelompok Houthi menyebut serangan tersebut sebagai respons terhadap serangan yang dilakukan terhadap wilayah Yaman.
Dalam pernyataannya, Houthi mengatakan serangan dilakukan menggunakan rudal dan pesawat nirawak atau drone. Klaim tersebut menjadi bagian dari eskalasi konflik yang melibatkan kelompok tersebut dan Arab Saudi.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti)/Antara
