Tentara AS Dilaporkan Frustrasi dan Enggan Mati untuk Israel

Protes terhadap serangan AS-Israel terhadap Iran di pusat kota London, Inggris, Sabtu (21/3/2026) - (foto by ANTARA/Xinhua)

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Gelombang ketidakpuasan dilaporkan tengah melanda internal militer Amerika Serikat (AS) di tengah kampanye serangan terhadap Iran.

Sejumlah personel militer menyatakan keberatan atas keterlibatan Washington dalam konflik tersebut, dengan alasan enggan menjadi "pion politik" demi kepentingan Israel.

Laporan yang dirilis oleh HuffPost dan dikutip ANTARA pada Senin (23/3) mengungkapkan bahwa personel aktif, pasukan cadangan, serta organisasi hak asasi manusia mencatat adanya tren penurunan moral yang signifikan.

Berdasarkan hasil wawancara dengan para narasumber, terdapat beberapa faktor utama yang memicu ketegangan di internal militer.

Prajurit mengeluhkan kerentanan posisi mereka, stres berat, dan tekanan psikologis selama operasi berlangsung.

Pasukan cadangan menyebutkan absennya narasi dan pembenaran yang konsisten dari pemerintah AS terkait agresi militer bersama Israel terhadap Iran.

Rasa frustrasi yang mendalam memicu sejumlah personel mempertimbangkan untuk mengakhiri karier militer mereka lebih awal.

Seorang mentor prajurit muda sekaligus anggota pasukan cadangan secara eksplisit mengungkapkan sentimen di lapangan.

"Saya mendengar langsung dari mereka: 'Kami tidak ingin mati untuk Israel—kami tidak ingin menjadi pion politik,'" ujarnya dalam laporan tersebut.

Rencana Pengerahan Pasukan Darat

Krisis moral ini terjadi di tengah langkah Pentagon yang semakin agresif.

Pada Jumat (20/3), CBS News melaporkan bahwa Departemen Pertahanan AS telah merampungkan rencana detail untuk kemungkinan pengerahan pasukan darat ke Iran.

Langkah ini disiapkan guna memberikan berbagai opsi skenario militer bagi pemerintahan Trump dalam menghadapi eskalasi di Timur Tengah.

Analis memperingatkan bahwa masalah moral dan ketidakpuasan internal ini berisiko menghambat keberhasilan kampanye militer Washington secara keseluruhan.

Konflik terbuka antara aliansi AS-Israel melawan Iran meletus sejak 28 Februari. Sebagai respons atas serangan awal tersebut, Teheran telah melancarkan serangkaian serangan balasan yang menargetkan wilayah Israel serta fasilitas militer AS yang tersebar di Timur Tengah.