Total 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Ini Kronologinya
Ilustrasi prajurit TNI yang bertugas menjadi pasukan perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon.(UNITED NATIONS INTERIM FORCE LEBANON (UNIFIL) - (foto by Kompas.com)
CELEBESMEDIA.ID, Makassar – Jumlah prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang gugur dalam misi perdamaian di Lebanon Selatan dilaporkan mencapai tiga orang. Insiden tersebut terjadi saat pasukan tengah menjalankan tugas pengawalan kendaraan misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Mabes TNI Mayjen Aulia Dwi Nasrullah sebelumnya merilis dua identitas prajurit yang gugur dalam peristiwa tersebut.
"Prajurit TNI yang gugur bernama Kapten (Inf) Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan," kata Aulia, dikutip dari ANTARA, Selasa (31/3).
Kronologi Ledakan di Lebanon Selatan
Peristiwa tragis itu terjadi saat prajurit TNI menjalankan misi pengawalan kendaraan UNIFIL menuju titik penugasan tertentu. Dalam perjalanan, kendaraan yang ditumpangi pasukan mengalami ledakan hebat.
"Terjadinya ledakan pada kendaraan yang mengakibatkan gugurnya prajurit," ujar Aulia.
Ledakan tersebut tidak hanya menimbulkan korban jiwa, tetapi juga menyebabkan sejumlah prajurit lainnya mengalami luka.
Dua TNI meninggal setelah sebuah ledakan menghantam konvoi logistik UNIFIL pada Senin (30/3) yakni Kapten (Inf) Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan.
Sebelumnya juga diberitakan seorang prajurit TNI meninggal Minggu (29/3), ketika serangan artileri menghantam lokasi kontingen Indonesia di Adchit al Qusayr, Lebanon Selatan yakni Praka Farizal Rhomadhon.
Selain tiga prajurit yang gugur, dua prajurit lainnya dilaporkan mengalami luka-luka. Mereka adalah Lettu (Inf) Sulthan Wirdean Maulana dan Praka Deni Rianto yang saat ini tengah mendapatkan perawatan.
Insiden ini menambah daftar risiko tinggi yang dihadapi prajurit Indonesia dalam menjalankan misi perdamaian di wilayah konflik.
Hingga kini, penyebab pasti ledakan kendaraan tersebut masih belum diketahui. Pihak TNI menyatakan akan menunggu hasil investigasi resmi dari UNIFIL.
"Untuk mengetahui penyebab insiden tersebut UNIFIL saat ini sedang melaksanakan investigasi, TNI juga terus memonitor perkembangan situasi serta menyiapkan langkah-langkah kontijensi dihadapkan pada dinamika di Daerah Misi Lebanon," tutup Aulia.
Keterlibatan TNI dalam misi UNIFIL merupakan bagian dari komitmen Indonesia dalam menjaga stabilitas global. Meski menghadapi risiko tinggi, kontribusi ini terus menjadi wujud nyata peran aktif Indonesia di panggung internasional.
Insiden ini sekaligus menjadi pengingat akan besarnya pengorbanan prajurit yang bertugas jauh dari tanah air demi menjaga perdamaian dunia.
