Garda Revolusi Iran Ancam Serang Kapal di Selat Hormuz
CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Garda Revolusi Iran (IRGC)
mengancam akan menyerang dan membakar kapal yang berusaha melintasi Selat Hormuz
yang ditutup.
Brigjen Ebrahim Jabbari, penasihat senior panglima tertinggi
IRGC, mengatakan bahwa Iran menutup lalu lintas di jalur pelayaran strategis
itu sebagai tanggapan atas serangan gabungan AS-Israel.
"Selat Hormuz telah ditutup. Kami akan menyerang dan
membakar kapal apa pun yang mencoba menyeberang," kata Jabbari dalam
pernyataan yang disiarkan di televisi pemerintah Iran, Senin (2/3).
Dia juga memperingatkan bahwa jalur-jalur pipa minyak bisa
menjadi sasaran dan Iran tidak akan membiarkan "satu tetes pun minyak"
meninggalkan kawasan itu.
Sebelumnya diberitakan, ketegangan di Timur Tengah kembali
memanas setelah IRGC mengklaim sedikitnya 560 personel militer AS tewas dan
luka-luka akibat serangan rudal dan pesawat tak berawak terhadap sejumlah
pangkalan militer AS di kawasan tersebut.
Dalam pernyataan resmi yang dikutip kantor berita Fars, IRGC
menyebut bahwa serangan menyasar pangkalan militer AS di Bahrain dan Kuwait.
"Pangkalan militer AS di Bahrain diserang oleh dua
rudal balistik, dan pangkalan-pangkalan lain juga digempur serangan tanpa
henti, yang sejauh ini mengakibatkan 560 tentara Amerika tewas atau
luka-luka," sebut pernyataan tersebut, dikutip dari ANTARA, senin (2/3)
IRGC menyatakan dua rudal balistik menghantam pangkalan
militer AS di Bahrain. Selain itu, empat serangan pesawat tak berawak
dilaporkan menargetkan pangkalan angkatan laut di negara tersebut.
Serangan drone itu diklaim menyebabkan “kerusakan serius”
pada pusat komando dan fasilitas dukungan militer.
Sumber: ANTARA/Anadolu
