Korban Meninggal Gempa Venezuela Capai 2.645 Orang
Warga melihat para penyelamat bekerja di reruntuhan sebuah bangunan di Caracas, Venezuela, Rabu (24/6) - (foto by ANTARA/Xinhua)
CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Jumlah korban meninggal akibat gempa yang mengguncang Venezuela pada akhir Juni lalu dilaporkan terus melonjak tajam. Pemerintah setempat mencatat korban meninggal dunia kini telah mencapai 2.645 orang.
Presiden Majelis Nasional Venezuela, Jorge Rodriguez, mengungkapkan bahwa selain ribuan korban jiwa, sebanyak 12.666 orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka.
Data tersebut dihimpun hingga Jumat (3/7/2026) waktu setempat melalui pusat komando kamp pengungsian darurat.
Meskipun evakuasi terhambat oleh kerusakan infrastruktur yang masif, tim penyelamat sejauh ini berhasil mengevakuasi 6.462 orang dalam kondisi hidup dari balik puing-puing bangunan.
"Hingga saat ini, sebanyak 86.117 keluarga yang terdampak telah menerima bantuan logistik. Kami juga telah mendirikan 59 titik kamp pengungsian sementara untuk menampung warga yang kehilangan tempat tinggal," ujar Rodriguez dalam pernyataan resmi yang dirilis melalui saluran Telegram Kementerian Komunikasi dan Informasi (MIPPCI).
Bencana tektonik ini bermula pada Rabu, 24 Juni 2026, ketika dua gempa bumi kuat bermagnitudo 7,2 dan 7,5 mengguncang wilayah pesisir utara Venezuela dalam waktu yang hampir bersamaan.
Otoritas seismologi mencatat guncangan pertama (M 7,2) terjadi pada pukul 18.04 waktu setempat (pukul 05.04 WIB). Hanya berselang 39 detik, gempa utama berkekuatan lebih besar (M 7,5) kembali menghantam dan meluluhlantakkan kawasan urban.
Dampak dari fenomena doublet earthquake atau gempa kembar ini sangat destruktif karena berpusat di kedalaman dangkal sepanjang sistem sesar Boconó–Morón–El Pilar.
Wilayah Caracas dan kota pelabuhan La Guaira menjadi area yang paling parah terdampak.
Karakteristik tanah aluvial yang lunak di kawasan tersebut memperkuat amplitudo gelombang seismik, menyebabkan efek "pancake collapse" atau runtuh bertingkat pada ratusan gedung bertingkat.
Pemerintah pusat melaporkan sedikitnya 189 bangunan runtuh total dan 885 bangunan lainnya mengalami kerusakan struktur berat.
Keadaan semakin genting lantaran wilayah tersebut terus dihantui oleh 890 gempa susulan yang tercatat sejak hari pertama bencana.
Hingga saat ini, operasi tanggap darurat berskala besar masih terus berjalan. Venezuela telah mengerahkan 29.567 petugas penyelamat domestik serta dibantu oleh 3.305 personel kemanusiaan internasional guna mempercepat proses pencarian korban yang diyakini masih tertimbun di bawah reruntuhan.
Sumber: ANTARA/Sputnik/RIA Novosti
