Tiga Tokoh Utama Kendalikan Iran Sampai Pengganti Khamanei Terpilih
CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Pasca gugurnya Pemimpin
Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, tiga tokoh utama sebagai pemimpin
kolektif pengendali Iran hingga pengganti Khamenei terpilih.
Mereka adalah Presiden Masoud Pezeshkian, Ketua Mahkamah
Agung Gholamhossein Mohseni-Ejei, serta Ayatollah Alireza Arafi.
Konstitusi Iran memiliki mekanisme khusus untuk transisi
kepemimpinan jika pemimpin tertinggi meninggal atau tidak mampu menjalankan
tugasnya. Berdasarkan Pasal 111, wewenang untuk sementara beralih ke Dewan
Kepemimpinan yang beranggotakan tiga orang.
Ayatollah Alireza Arafi adalah seorang ulama senior dan
anggota badan konstitusional Iran. Ia telah ditunjuk sebagai anggota ahli hukum
dari dewan kepemimpinan sementara beranggotakan tiga orang yang bertugas
menjalankan Republik Islam setelah kematian Khamenei.
Ia bertugas di Dewan Penjaga Konstitusi, sebuah badan
pengawas konstitusional yang kuat di Iran. Pengangkatannya menempatkannya
bersama Presiden Masoud Pezeshkian dan Ketua Mahkamah Agung Gholamhossein
Mohseni-Ejei dalam kepemimpinan sementara.
Badan kolektif ini untuk sementara memikul tanggung jawab
pemimpin tertinggi hingga pengganti tetap dipilih.
Arafi dianggap sebagai ulama berpengalaman dalam lembaga
keagamaan Iran, yang dipercaya untuk mengarahkan pemerintah melalui masa
transisi yang kritis.
Dewan ini memegang kekuasaan konstitusional penuh sementara
negara bersiap untuk Majelis Ahli untuk memilih Pemimpin Tertinggi tetap yang
baru.
Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei, bersama keluarganya
gugur dalam serangan gabungan Israel dan Amerika Serikat ke Iran, Sabtu
(28/2/2026) termasuk kompleks kantor dan kediaman Khamenei.
Serangan itu memicu Iran melakukan serangan balasan yang masif ke Israel dan aset militer
AS yang ada di negara tetangga Iran di Kawasan Teluk.
Berbagai nama muncul disebut-sebut sebagai calon pengganti
Khamenei, termasuk putranya, namun semuanya akan ditentukan secara
konstitusiinal oleh Majelis Ahli.
