Alasan Iran-Amerika Serikat Gagal Capai Kesepakatan

Serangan Amerika- Israel ke lokasi penduduk Iran - (foto by Anadolu)

CELEBESMEDIA. ID, Makassar - Amerika Serikat (AS) dan Iran gagal mencapai kesepakatan untuk mengakhiri konflik meski telah menggelar perundingan maraton selama 21 jam hingga Minggu (12/4). Kegagalan ini langsung memicu saling tuding dari kedua pihak terkait penyebab utama kebuntuan negosiasi.

Seluruh delegasi kini telah meninggalkan Islamabad, Pakistan, yang menjadi lokasi pembicaraan penting tersebut. Perundingan ini sebelumnya diharapkan mampu meredakan konflik yang telah menewaskan ribuan orang dan mengguncang harga minyak global.

Pertemuan di Islamabad menjadi momen bersejarah karena merupakan kontak langsung pertama antara AS dan Iran dalam lebih dari satu dekade, sekaligus pembicaraan tingkat tinggi sejak Revolusi Islam 1979. Dialog ini juga berlangsung setelah adanya gencatan senjata pada awal pekan.

Usai pembicaraan berakhir tanpa hasil, kedua negara langsung mengungkapkan versi masing-masing.

"Berita buruknya adalah kami belum mencapai kesepakatan, dan saya pikir itu berita buruk bagi Iran jauh lebih daripada bagi Amerika Serikat," kata Wakil Presiden JD Vance, kepala delegasi AS, kepada wartawan sesaat sebelum meninggalkan Islamabad, dikutip dari CNN Indonesia.

"Jadi kami kembali ke Amerika Serikat tanpa mencapai kesepakatan. Kami telah menjelaskan dengan sangat jelas apa batasan kami," tambahnya.

Menurut Vance, kegagalan ini disebabkan Iran yang menolak syarat utama dari AS, terutama terkait program nuklir.

"Kami perlu melihat komitmen tegas bahwa mereka tidak akan mengejar senjata nuklir dan tidak akan mengejar alat-alat yang memungkinkan mereka untuk dengan cepat mencapai senjata nuklir. Itulah tujuan utama Presiden AS, dan itulah yang kami coba capai melalui negosiasi ini," ujarnya.

Di sisi lain, Iran menilai suasana negosiasi sejak awal memang tidak kondusif karena minimnya kepercayaan.

"Wajar jika kita tidak mengharapkan tercapainya kesepakatan hanya dalam satu sesi," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran.

Media pemerintah Iran bahkan menyebut tuntutan AS sebagai faktor utama kegagalan. Mereka menilai ambisi Washington terlalu besar dan menghambat terciptanya kesepakatan bersama.

"Negosiasi antara tim Iran dan Amerika berakhir beberapa menit yang lalu dan, karena apa yang digambarkan sebagai campur tangan dan ambisi AS yang berlebihan, kedua pihak sejauh ini gagal mencapai kesepakatan," lapor koresponden Tasnim dari Islamabad.

Meski beberapa isu disebut telah menemukan titik temu, perbedaan tajam masih terjadi pada dua hal krusial: program nuklir Iran dan stabilitas di Selat Hormuz.

Kedua isu tersebut menjadi ganjalan utama karena menyangkut kepentingan strategis dan keamanan global. AS bersikeras menuntut pembatasan ketat, sementara Iran menilai hal itu melanggar kedaulatan mereka.

Gagalnya negosiasi ini menimbulkan kekhawatiran baru di tingkat global. Selain berpotensi memperpanjang konflik, ketegangan juga dapat terus memicu lonjakan harga minyak dunia.

Sumber: CNN

Tags :