Houthi Ancam Bandara Arab Saudi, Maskapai Diminta Waspada

Foto selebaran Pusat Media Houthi menunjukkan peluncuran misil yang diduga ke arah Mocha di Yaman, Minggu (9/8/2026) - (foto by ANTARA/Xinhua/Houthi)

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Kelompok Houthi Yaman pada Minggu (11/10) kembali memperingatkan maskapai penerbangan, pekerja penerbangan, dan para pelancong agar menjauhi bandara serta wilayah udara Arab Saudi, di tengah meningkatnya permusuhan lintas batas.

Juru bicara militer Houthi, Yahya Sarea, dalam pernyataan di platform X menyebut seluruh bandara dan wilayah udara Arab Saudi, kecuali bandara di kota suci Mekah dan Madinah, tetap berisiko menjadi sasaran serangan dan merupakan area operasi pasukannya.

Ia mendesak semua pihak menanggapi peringatan itu dengan serius, sembari menegaskan bahwa Houthi akan memegang prinsip "bandara dibalas bandara, blokade dibalas blokade, dan eskalasi dibalas eskalasi" hingga tujuan kelompok itu tercapai.

Peringatan terbaru tersebut muncul sehari setelah serangan di Bandara Internasional King Khalid, Riyadh, yang menewaskan 12 orang dan melukai 309 lainnya, menurut Otoritas Umum Penerbangan Sipil Arab Saudi.

Bandara itu telah berulang kali menjadi sasaran dalam eskalasi tajam beberapa hari terakhir, ketika Houthi meningkatkan serangan rudal dan drone ke wilayah Arab Saudi, sementara koalisi pimpinan Saudi memperluas serangan udara ke wilayah Yaman yang dikuasai Houthi.

Pertempuran juga kian sengit di barat daya Yaman, terutama di sekitar Selat Bab al-Mandab yang strategis, tempat pasukan pemerintah Yaman yang didukung koalisi pimpinan Saudi terus menghadapi pasukan Houthi.

Yaman dilanda konflik sejak akhir 2014, ketika Houthi merebut ibu kota Sanaa dan sebagian besar wilayah utara.

Koalisi pimpinan Arab Saudi turun tangan pada 2015 untuk mendukung pemerintah yang diakui internasional, yang kini berbasis di kota pelabuhan Aden di Yaman selatan.

Sumber: ANTARA/Xinhua