Ramadan 2026 di Gaza: Sahur di Tengah Krisis Pangan dan Serangan

Warga menunggu untuk menerima bantuan makanan selama Ramadhan di Kota Gaza pada 4 Maret 2025. (Foto by Xinhua)

CELEBESMEDIA.ID, Makassar – Warga Palestina di Gaza memulai Ramadan 2026 pada Rabu (18/2/2026) di tengah krisis kemanusiaan yang masih berlangsung. Pada hari pertama puasa, banyak keluarga berkumpul untuk makan sahur dengan keterbatasan makanan dan air bersih.

Dilaporkan Al Jazeera sebagaimana yang diberitakan Tempo, Kamis (19/2), keluarga di Gaza kini mengandalkan dapur umum dan distribusi bantuan untuk bertahan hidup. Meja makan yang dulu penuh saat Ramadan sebelum perang, kini bergantung pada jadwal bantuan yang masuk ke wilayah tersebut.

Berdasarkan kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hamas yang berlaku sejak 10 Oktober, sekitar 600 truk bantuan seharusnya masuk setiap hari ke Gaza. Namun, jumlah bantuan yang tiba dilaporkan jauh di bawah angka tersebut.

Serangan dilaporkan masih terjadi di sejumlah wilayah, menyebabkan ratusan korban jiwa sejak gencatan senjata diberlakukan. Situasi ini memperburuk kondisi warga yang menjalani ibadah puasa dalam keterbatasan.

Sementara itu, di Yerusalem Timur, ribuan jamaah melaksanakan salat tarawih di kompleks Masjid Al Aqsa di tengah peningkatan pengamanan. Otoritas setempat dilaporkan mengeluarkan ratusan pembatasan akses bagi warga Palestina sejak awal 2026.

Di sisi lain, seperti dikutip dari CNN, militer dan Kementerian Luar Negeri Israel menyampaikan ucapan selamat menunaikan ibadah puasa Ramadan kepada umat Islam melalui media sosial, meski operasi militer di wilayah Palestina masih berlangsung.

Ramadan tahun ini pun dijalani warga Gaza dalam suasana duka, di tengah keterbatasan bantuan dan ketegangan yang belum mereda.