Konflik Memanas, Iran Serang Pangkalan AS di Kuwait
CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Militer Amerika Serikat
menyatakan telah menyelesaikan putaran serangan terhadap sejumlah target
militer Iran setelah delapan malam operasi berturut-turut.
Di tengah meningkatnya ketegangan, lebih dari 50.000
personel militer AS yang ditempatkan di kawasan Timur Tengah tetap berada dalam
status siaga penuh.
Pusat Komando Amerika Serikat (CENTCOM), Sabtu (18/7) waktu
setempat, menyebut operasi terbaru menyasar fasilitas pengawasan pesisir,
sistem pertahanan udara, kemampuan maritim, serta lokasi penyimpanan rudal dan
drone milik Iran.
Serangan tersebut diklaim sebagai bagian dari upaya untuk
terus melemahkan kapabilitas militer Teheran.
Selain itu, militer AS juga mengaku menargetkan aset milik
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), yang menurut CENTCOM terlibat dalam
serangan terhadap personel militer Amerika di Yordania pada 17 Juli.
"Lebih dari 50.000 tentara pria dan wanita AS sedang
dikerahkan di seluruh kawasan Timur Tengah. Mereka tetap sangat waspada, fokus,
berbahaya, dan siap," tulis CENTCOM dalam pernyataannya yang diunggah
melalui platform X.
Situasi memanas setelah Iran merespons operasi militer
tersebut dengan melancarkan serangan balasan.
Pada Minggu (19/7), Angkatan Darat Iran mengumumkan telah
menyerang dua pangkalan militer Amerika Serikat di Kuwait sebagai respons atas
apa yang disebut sebagai "agresi" Washington terhadap wilayah Iran
dan infrastruktur sipil negara itu.
Dalam pernyataan resminya, militer Iran menyebut dua putaran
serangan drone diarahkan ke Kamp Al-Adiri dan Pangkalan Udara Ali Al Salem.
Teheran menyatakan aksi tersebut merupakan balasan atas
serangan AS yang, menurut Iran, turut menargetkan fasilitas sipil, termasuk
infrastruktur jembatan.
Rangkaian aksi saling serang tersebut menandai eskalasi terbaru dalam konflik antara Amerika Serikat dan Iran, yang memicu kekhawatiran akan meluasnya ketegangan keamanan di kawasan Timur Tengah.
Sumber: ANTARA/Xinhua
