5 Syarat Iran untuk Kembali Berdiplomasi dengan AS
Ilustrasi - (foto by pixabay)
CELEBESMEDIA.ID, Makassar — Iran mengungkap sejumlah syarat untuk melanjutkan proses diplomatik dengan Amerika Serikat. Persyaratan tersebut telah disampaikan kepada pihak Washington melalui komunikasi yang berlangsung di sela-sela Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengatakan pembicaraan dengan perwakilan Amerika Serikat berlangsung sekitar dua jam. Menurutnya, Teheran telah menyampaikan ketentuan yang harus dipenuhi agar jalur diplomasi dapat kembali berjalan.
"Dalam proses interaksi \[dengan perwakilan AS\] yang berlangsung sekitar dua jam, persyaratan untuk melanjutkan diplomasi yang tidak menyisakan keraguan atau ambiguitas telah disampaikan kepada pihak Amerika," tulis Baghaei di X.
Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri Iran menyebut perwakilan kedua negara telah melakukan kontak melalui perantara Qatar di sela-sela Sidang Umum PBB.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi juga telah menyampaikan sejumlah persyaratan terkait Selat Hormuz kepada utusan khusus Amerika Serikat Steve Witkoff pada Selasa.
Menurut Baghaei, persyaratan Iran mencakup pencabutan blokade laut, penghentian agresi Amerika Serikat terhadap Iran serta apa yang disebut Teheran sebagai "terorisme ekonomi".
Iran juga menuntut penghentian perang "di semua front", pembukaan blokir aset milik Iran, serta pengakuan terhadap jalur aman di Selat Hormuz yang sebelumnya telah disepakati bersama Oman.
Ketegangan antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel meningkat setelah serangan pada 28 Februari terhadap sejumlah sasaran di Iran. Serangan tersebut kemudian dibalas oleh Teheran.
Pada pertengahan Juni, Iran dan Amerika Serikat menandatangani nota kesepahaman yang ditujukan untuk menghentikan permusuhan. Namun, konflik kembali berlanjut tidak lama setelah kesepakatan tersebut dan hingga kini belum sepenuhnya terselesaikan.
Eskalasi konflik juga berdampak langsung terhadap aktivitas pelayaran di Selat Hormuz. Jalur strategis tersebut menjadi hampir terhenti, dengan konsekuensi terhadap distribusi minyak, produk minyak bumi, dan gas alam cair.
Gangguan di salah satu jalur perdagangan energi utama dunia itu turut mendorong kenaikan harga bahan bakar di pasar global
Sumber: Sputnik/RIA Novosti/Antara
