Gempa Besar Guncang Venezuela dan Jepang

Ilustrasi - (foto by freepik)

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Gempa berkekuatan besar mengguncang Venezuela dan Jepang dalam rentang waktu kurang dari satu hari. 

Di Venezuela, gempa magnitudo 7,1 memicu peringatan tsunami, sementara Jepang diguncang gempa kuat magnitudo 6,9 yang sempat menghentikan layanan kereta cepat Shinkansen.

Berdasarkan data lembaga geologi Amerika Serikat (USGS), gempa magnitudo 7,1 terjadi di pesisir Venezuela pada Rabu sore waktu setempat. Episentrum gempa berada di sebelah barat wilayah pesisir Moron dengan kedalaman sekitar 10 kilometer.

Guncangan terasa sangat kuat hingga ke Caracas, ibu kota Venezuela. Warga dilaporkan berlarian keluar dari gedung-gedung tinggi untuk menyelamatkan diri saat gempa terjadi.

Pusat Peringatan Tsunami Pasifik kemudian mengeluarkan peringatan tsunami untuk wilayah pesisir Venezuela serta pulau Aruba, Bonaire, dan Curacao yang berada di bawah administrasi Belanda.

Peringatan serupa juga diberlakukan untuk Puerto Rico dan Kepulauan Virgin Amerika Serikat. Otoritas setempat terus memantau kondisi pesisir guna mendeteksi kemungkinan munculnya gelombang tsunami.

Tim pertahanan sipil Venezuela telah diterjunkan ke wilayah yang berada dekat pusat gempa untuk menilai dampak kerusakan infrastruktur. Hingga kini belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa akibat bencana tersebut.

Sementara itu, Jepang juga mengalami guncangan gempa kuat pada Kamis pagi waktu setempat. Dinas Meteorologi Jepang (JMA) melaporkan gempa dengan perkiraan magnitudo awal 6,9 terjadi pada pukul 07.30 waktu setempat atau sekitar 05.30 WIB.

Gempa tersebut berpusat di lepas pantai Prefektur Iwate, Samudera Pasifik, dengan kedalaman sekitar 50 kilometer. Meski guncangannya cukup kuat, otoritas Jepang tidak mengeluarkan peringatan tsunami.

Menurut JMA, intensitas gempa mencapai skala 6 atas di wilayah Hashikami dan skala 6 bawah di Hachinohe, Prefektur Aomori.

"Gempa dengan skala 6 ke atas berarti selama gempa, orang-orang tidak akan bisa berdiri atau bergerak kecuali dengan merangkak, sebagian besar mebel yang tak ditambatkan akan bergerak, dan barang-barang akan jatuh."

Getaran juga dirasakan di sejumlah wilayah lain seperti Prefektur Miyagi, Hokkaido, Akita, Yamagata, Fukushima hingga Tokyo dan daerah sekitarnya.

Dampak gempa turut dirasakan pada sektor transportasi. Operator kereta JR East menghentikan sementara layanan kereta cepat Shinkansen Tohoku di jalur antara Stasiun Sendai dan Shin-Aomori untuk pemeriksaan keselamatan.

Dua gempa kuat yang terjadi di Venezuela dan Jepang ini kembali mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana alam, terutama bagi negara-negara yang berada di kawasan rawan aktivitas seismik.

Sumber: Anadolu/Kyodo/Antara