Banjir Bandang di Perbatasan Nepal-China, Korban Tewas Capai 160 Orang

Ilustrasi pertolongan korban banjir bandang di Nepal - (foto by ANTARA/Anadolu)

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Jumlah korban meninggal dunia akibat banjir bandang yang menerjang kawasan perbatasan Nepal dan China dilaporkan mencapai 160 orang.

Ratusan orang lainnya masih dinyatakan hilang dalam bencana yang melanda wilayah pegunungan tersebut.

Kepolisian Nepal dan otoritas pariwisata setempat menyebut terdapat 384 orang yang hingga Rabu (26/8) masih belum ditemukan.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 290 orang merupakan wisatawan asing asal India, Malaysia, Inggris, dan Amerika Serikat.

Bencana terjadi setelah Sungai Bhotekoshi di wilayah Rasuwa, Nepal, meluap secara tiba-tiba.

Arus deras kemudian berubah menjadi banjir bandang yang menerjang permukiman dan berbagai bangunan di sepanjang aliran sungai.

Sejumlah fasilitas penting turut terdampak, termasuk sebuah pembangkit listrik tenaga air yang mengalami kerusakan akibat derasnya aliran banjir.

Hingga kini, penyebab pasti meluapnya sungai dan terjadinya banjir bandang masih belum diketahui.

Otoritas setempat terus melakukan pencarian terhadap warga maupun wisatawan yang belum ditemukan.

Media setempat juga melaporkan sedikitnya lima warga negara Jepang termasuk dalam daftar orang hilang.

Kelima warga Jepang tersebut diyakini tengah mengikuti perjalanan wisata ketika bencana terjadi.

Seorang pejabat Kedutaan Besar Jepang di Kathmandu mengatakan pihaknya belum berhasil menghubungi kelima warganya.

Kedutaan telah berkoordinasi dengan otoritas Nepal untuk membantu proses pencarian dan memastikan kondisi para wisatawan tersebut.

Bencana serupa juga dilaporkan terjadi di wilayah China yang berbatasan dengan Nepal. Kantor berita Xinhua melaporkan tiga orang meninggal dunia dan 265 lainnya masih hilang setelah longsor lumpur menerjang Shigatse, salah satu kota besar di wilayah otonom Tibet.

Aliran sungai yang meluap di wilayah China tersebut kemudian bergerak menuju Nepal, sehingga dampak bencana meluas hingga kawasan perbatasan kedua negara.

Tim penyelamat dari kedua negara masih melakukan pencarian dan penanganan di wilayah terdampak, sementara jumlah korban dan orang hilang masih berpotensi berubah seiring berlangsungnya proses evakuasi dan pendataan

Sumber: ANTARA/Kyodo-OANA