Iran - AS Mulai Negosiasi di Islamabad Jumat 10 April
Presiden AS Donald Trump dan Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei - (foto by instagram/ @Khasmirtodaynew
CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Pemerintah Iran dijadwalkan memulai pembicaraan penting dengan Amerika Serikat di ibu kota Islamabad pada Jumat (10/4). Informasi ini disampaikan oleh Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran (SNSC) pada Rabu (8/4).
"Pembicaraan akan dimulai di Islamabad pada Jumat, 10 April, dengan sangsi penuh terhadap pihak Amerika. Iran akan mengalokasikan waktu selama dua pekan untuk pembicaraan tersebut dan dapat diperpanjang dengan persetujuan kedua pihak. Persatuan nasional secara penuh harus tetap dipertahankan selama periode tersebut," kata SNSC seperti dikutip lembaga penyiaran Iran, IRIB.
Langkah diplomatik ini muncul di tengah ketegangan yang masih terasa antara kedua negara. SNSC menegaskan bahwa meskipun gencatan senjata sementara telah disepakati, hal tersebut tidak serta-merta mengakhiri konflik secara keseluruhan.
"Iran akan merespons dengan kekuatan penuh apabila Amerika melakukan kesalahan sekecil apa pun selama pembicaraan," tegas pernyataan tersebut.
Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyampaikan apresiasi kepada pihak Pakistan atas perannya dalam memfasilitasi dialog ini.
"Atas nama Republik Islam Iran, saya menyampaikan terima kasih serta apresiasi kepada saudara-saudara saya yang terkasih, Yang Mulia Perdana Menteri Pakistan Sharif dan Yang Mulia Marsekal Munir atas upaya tanpa lelah mereka untuk mengakhiri perang di kawasan," ujar Araghchi melalui platform X.
Sementara itu, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pada Selasa malam (7/4) mengumumkan bahwa kedua negara telah menyetujui gencatan senjata bilateral selama dua pekan. Ia juga menyebut bahwa Iran bersedia menjamin keamanan jalur pelayaran strategis di Selat Hormuz.
Sumber: ANTARA/ Sputnik/ RIA Novosti
