59 Anak Lebanon Tewas dan Terluka Meski Ada Gencatan Senjata
UNICEF mendata 59 anak Lebanon tewas dan terluka meski ada gencatan senjata dalam kurun waktu sepekan terakhir - (foto by AP News)
CELEBESMEDIA.ID, Makassar – Perjanjian gencatan senjata di Lebanon gagal memberikan perlindungan bagi warga sipil.
United Nations Children's Fund (UNICEF) pada Rabu (13/5) melaporkan bahwa sedikitnya 59 anak tewas dan terluka akibat rentetan serangan di negara tersebut hanya dalam kurun waktu sepekan terakhir.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Lebanon, sejak kesepakatan gencatan senjata diimplementasikan pada 16-17 April lalu, tercatat 23 anak tewas dan 93 lainnya menderita luka-luka. Secara akumulatif, sejak 2 Maret, total korban dari kalangan anak-anak telah menembus angka 200 tewas dan 806 terluka.
Eskalasi kekerasan terus berlanjut. Pusat Operasi Darurat Kesehatan Masyarakat Lebanon melaporkan bahwa pada hari Rabu saja, serangan Israel di wilayah selatan dan tengah Lebanon merenggut 33 nyawa, yang sebagian besarnya adalah perempuan dan anak-anak.
Merespons krisis yang terus memburuk ini, Direktur Regional UNICEF untuk Timur Tengah dan Afrika Utara, Edouard Beigbeder, mengecam keras berlanjutnya kekerasan yang menyasar kelompok rentan.
"Anak-anak tewas dan terluka ketika mereka seharusnya kembali ke ruang kelas, bermain bersama teman-teman, dan pulih dari ketakutan serta kekacauan yang telah berlangsung berbulan-bulan," tegas Beigbeder.
Beigbeder menambahkan, gencatan senjata yang dirancang untuk menghentikan konflik justru diwarnai oleh serangan berulang. Hal ini tidak hanya mengancam nyawa, tetapi juga meninggalkan trauma mendalam yang dapat berdampak seumur hidup bagi para penyintas muda.
Selain dampak fisik, UNICEF mengeluarkan peringatan darurat terkait krisis kesehatan mental. Lebih dari 770.000 anak di Lebanon saat ini mengalami tekanan psikologis akut akibat paparan kekerasan, kehilangan, dan kondisi pengungsian. Gejala yang banyak ditemukan pada anak-anak serta pengasuh mereka meliputi ketakutan ekstrem, kecemasan, mimpi buruk, insomnia, hingga hilangnya harapan hidup.
Sumber: Antara
