Qatar dan Prancis Serukan Penarikan Pasukan Israel dari Gaza

Warga berada di antara puing bangunan akibat serangan udara Israel di kamp pengungsi Al-Shati, Palestina, Kamis (30/7/2026) - (foto by ANTARA/Xinhua)

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Qatar dan Prancis menyerukan penarikan pasukan Israel dari Jalur Gaza sesuai kesepakatan gencatan senjata serta penghentian kebijakan permukiman Israel di Tepi Barat yang diduduki.

Seruan itu disampaikan dalam pernyataan bersama yang dikeluarkan Kementerian Luar Negeri Qatar seusai Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani bertemu Presiden Prancis Emmanuel Macron di Doha, Rabu (21/10).

Kedua negara menegaskan kembali penolakan terhadap setiap upaya mencaplok Tepi Barat, serta menyerukan penghentian kebijakan permukiman dan kekerasan pemukim Israel.

Keduanya juga menekankan pentingnya penerapan penuh gencatan senjata di Gaza, termasuk penarikan pasukan Israel sesuai pengaturan yang telah disepakati.

Qatar dan Prancis turut menyerukan pengiriman bantuan kemanusiaan ke Gaza secara segera, aman, dan tanpa hambatan, serta menegaskan dukungan terhadap solusi dua negara dan penyelenggaraan pemilu Palestina.

Terkait Iran, kedua negara mengecam serangan militer Iran terhadap negara-negara di kawasan.

Mereka menyerukan penyelesaian lewat jalur diplomatik agar program nuklir Teheran hanya digunakan untuk tujuan damai.

Keduanya juga menyerukan pemulihan pelayaran tanpa pembatasan dan tanpa pungutan di Selat Hormuz. Dalam pernyataan itu, Prancis memuji upaya mediasi Qatar dalam meredakan ketegangan di kawasan.

Di luar isu regional, Qatar dan Prancis sepakat memperluas kerja sama di bidang pertahanan, keamanan, dan ekonomi.

Pertemuan di Doha merupakan bagian dari lawatan Macron di kawasan Teluk, yang juga mencakup Kuwait, Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, dan Arab Saudi.

Kunjungan tersebut bertujuan memperkuat kemitraan strategis dan ekonomi serta mendukung upaya memulihkan stabilitas kawasan dan kebebasan pelayaran di Selat Hormuz.

Sumber: ANTARA/Anadolu